Formula E Dipersoalkan, PON Papua Telan Triliunan dan Sirkuit Mandalika

  • Bagikan
Formula E Dipersoalkan
Presiden Joko Widodo tersenyum saat memberikan sambutan sekaligus membuka secara resmi PON Papua di Stadion Lukas Enembe, Kompleks Olahraga Kampung Harapan, Distrik Sentani Timur, Kabupaten Jayapura, Papua, Sabtu (2/10/2021). ANTARA FOTO

matajatim.id-Tiga even olahraga itu sekarang sedang ramai diperbincangkan. Bukan hanya unsur olahraganya yang membikin heboh, tapi ada unsur politik yang membuat ketiga even itu ramai jadi perbincangan publik.

Formula E rencananya bakal digelar Juni 2022 di Jakarta. Balapan ini akan menjadi gelaran balapan mobil Grand Prix internasional pertama yang diselenggarakan di Indonesia. Formula E belum sepopuler Formula 1. Tetapi balapan ini sudah semakin populer di dunia dan seri balapannya digilir di berbagai kota dunia, mulai dari Eropa, Amerika, sampai Asia.

Formula E memakai mobil listrik untuk balapan. Ajang ini memang belum memunculkan selebritas pebalap legendaris sekelas Michael Schumacher atau Lewis Hamilton dari Formula One. Tapi, balapan ini sudah semakin populer dan punya potensi bisa menyalip Formula One, seiring dengan semakin populernya penggunaan mobil listrik.

Mungkin, kalau dibandingkan dengan kompetisi sepak bola, Formula One ibarat Liga Champions dan Formula E levelnya seperti Liga Eropa. Liga Champions menjadi kompetisi kasta tertinggi dan Liga Eropa menjadi ajang pertarungan kelas dua.

Liga Eropa tidak mungkin bisa menyalip Liga Champions, karena sama-sama dikelola oleh UEFA sebagai pemegang otoritas tertinggi sepak bola Eropa. Dua kompetisi itu tidak akan saling menyalip, karena kastanya sudah diatur oleh UEFA.

Sekarang ini Formula E masih sekelas Liga Eropa. Tapi, Formula E dan Formula One bisa saling bersaing bebas karena dikelola oleh otoritas yang berbeda.

Meskipun sama-sama dipayungi oleh Federasi Otomotif Internasional (FIA), tapi Formula One dan Formula E adalah dua jenis balapan yang berbeda dengan aturan dan jenis mobil yang beda. Karena itu dua even itu saling bersaing satu dengan lainnya.

Indonesia masih ketinggalan dari banyak negara lain dalam penyelenggaraan balapan Formula One. Negara tetangga Singapura sudah terlebih dahulu sukses dengan menggelar seri Grand Prix Formula One sejak 2017, dengan kekhasan balapan pada malam hari. Lintasan sirkuit yang memakai jalan-jalan kota menjadi daya tarik khas GP Singapura.

Malaysia juga sudah jauh meninggalkan Indonesia sebagai tuan rumah balapan internasional. Sirkuit Sepang di Selangor sudah menggelar balapan internasional sejak 1999. Berbagai gelaran Grand Prix internasional secara berkala dihelat di Sepang, mulai dari Formula 1 sampai balapan MotoGP.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *