Taliban Larang Tukang Cukur Memotong Janggut

  • Bagikan
Taliban Larang Motong Janggut
Foto ini menampilkan sejumlah tukang cukur asal Waziristan Utara, Pakistan yang mengungsi ke kota Bannu demi menghindari operasi militer Pakistan untuk memberantas berbagai kelompok militan, termasuk kelompok Taliban.(AFP)

matajatim.idKABUL-Provinsi Helmand, Afghanistan, Polisi Taliban melarang tukang cukur untuk memotong janggut atau bahkan menipiskan saja karena dianggap melanggar dari hukum Islam.

“Tidak ada yang memiliki hak untuk komplain dengan peraturan yang ada karena telah sesuai dengan hukum Islam” isi salah satu larangan yang dibuat oleh Taliban untuk melarang memotong janggut tersebut.

Beberapa tukang cukur rambut di Kabul juga sebelumnya telah diberi peringatan oleh Taliban untuk tidak memotong janggut, dan siapapun yang melanggar maka akan diberikan hukuman.

Taliban terus menerus datang dan meminta kita untuk stop memotong janggut kepada pelanggan kami” ucap salah satu tukang cukur rambut di Kabul, melansir dari NYPost.

Ia juga menambahkan bahwa terkadang ada agen yang sengaja menyamar untuk menginspeksi tindakan tukang cukur.

Salah satu tukang cukur juga mendengar bahwa perintah tersebut berasal langsung dari pemerintah dengan mengatakan bahwa warga Afghanistan harus “Stop ikuti gaya Amerika” yang kemudian memberikan rekomendasi bahwa akan lebih baik jika tidak memotong janggut karena sesuai dengan hukum Islam.

Beberapa tukang cukur, melansir dari NYPost juga mengatakan bahwa tindakan tersebut sangat menyulitkan dirinya dan kawannya yang memiliki pekerjaan yang sama.

“Selama beberapa tahun lamanya, kami memang membiarkan para pelanggan untuk bebas dengan pilihannya termasuk memotong janggut supaya kelihatan lebih modern dan rapi. Dengan adanya kebijakan ini, sepertinya tidak ada lagi alasan untuk bertahan dengan pekerjaan ini” ucap salah satu tukang cukur.

Salon dan tukang cukur sepertinya akan menjadi bisnis terlarang di Afghanistan yang pada saat ini dikuasai oleh Taliban. Kebanyakan orang juga tidak memotong janggutnya bbukan untuk tidak dihukum, melainkan supaya mereka dapat “Berbaur” dengan Taliban.

(NYPost/Nurilham/kempalan)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *