Ketika Hiu Tutul Raksasa Jadi Tontonan Warga Ketapang Sampang

  • Bagikan
Hiu Tutul Raksasa Jadi Tontonan Warga Ketapang Sampang
Warga bermain dengan Hiu Paus (Shark Whale) di Gorontalo, 2016. Seekor di antaranya kini terdampar di Madura. (ANTARA FOTO)

matajatim.id-SAMPANG-Warga pesisir Dusun Tettean Desa Bira Barat, Kecamatan Ketapang, Sampang, Madura, Jawa Timur, Senin pagi (13/9/2021) heboh.

Waktu itu, ada seekor ikan hiu tutul atau yang biasa disebut ikan mondung berukuran gerobak lagi terdampar di pantai Bira Barat, Ketapang.

Karuan saja kabar itu mengundang banyak warga berdatangan untuk menonton. Ada yang mengabadikan dengan kamera ponsel lalu diunggah ke media sosial.

Seekor hiu tutul berukuran sekitar 4 meter itu, sempat diselamatkan warga dengan berusaha mendorong ke tengah laut namun gagal.

Upaya itu dilakukan setelah warga mengetahui ikan itu tak bisa berenang karena terdampar di posisi dangkal.

Bagian bawah tubuh ikan itu tersangkut dasar pantai.

Hiu tutul itu diduga terseret gelombang besar hingga terbawa arus ke tepi pantai.

“Dugaan ikan berukuran besar itu terdampar karena terbawa arus laut,” terang Muin warga Ketapang, Sampang.

Karena gagal didorong ke tengah laut, ‘hewan raksasa’ itu mati.

 Hiu Tutul Raksasa Jadi Tontonan Warga Ketapang Sampang
Hiu Tutul Berukuran Raksasa Jadi Tontonan Warga Ketapang Sampang. (syaiful)

Sementara itu, Camat Ketapang Didik Adi Pribadi mengakui ada satwa yang dilindungi terdampar di pesisir pantai.

Saat ini pihaknya akan melakukan koordinasi dengan pihak terkait untuk proses penguburan bangkai ikan.

“Kita bisa melibatkan tokoh setempat untuk proses penguburan ikan,” kata Didik.

Didik menyampaikan, terdamparnya ikan tersebut sebenarnya harus menjalin koordinasi dengan pemerintah provinsi yakni bagian sumber daya alam (SDA).

“Sementara di daerah SDA tidak ada. Mestinya harus ke pemerintah provinsi,” terang dia.

Hingga Senin sore, bangkai ikan itu masih berada di bibir pantai. (syaiful)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *