Sering Cekcok, Suami Bacok Istri Siri dengan Celurit

  • Bagikan
ilustrasi

matajatim.idJEMBER-Entah setan apa menyulut emosi SD, 47 tahun, warga Desa Jambearum, Kecamatan Sumberjambe, Jember hingga tega membacok istri sirinya, inisial SPT 43 tahun, dengan celurit.

Beruntung SPT bisa diselamatkan. Hanya bagian wajahnya yang luka parah.

Kapolsek Sumberjambe, AKP Istono mengatakan, persoalan itu dipicu persoalan rumah tangga.

Katanya, sebelum kejadian suami istri itu cekcok soal baju. “Tapi keduanya sering cekcok terkait masalah rumah tangga,” sebut Istono, Senin (13/9/2021).

Kejadian itu terjadi pada hari Sabtu, 11 September 2021 pukul 07.00 WIB.

Saat itu suami istri itu kembali terlibat cekcok. Si suami mendorong istri hingga terjatuh ke atas tempat tidur.

Karena emosi tak terkendali, si suami mengambil sebilah celurit dari bawah tempat tidur, Tanpa banyak pikir langsung membacokkan celurit itu kepada istri.

Akibat kejadian itu, korban mengalami luka robek di bagian pelipis sebelah kiri.

Beruntung saat itu korban ditolong oleh tetangganya.

“Dari keterangan sejumlah saksi dari tetangga korban, mereka sering terlibat cekcok masalah rumah tangga,” tambah Istono.

Seharu setelah kejadian itu, keluarga korban melaporkan suami siri korban ke Polsek Sumberjambe.

Tidak butuh waktu lama, Unitreskrim Polsek Sumberjambe langsung menangkap tersangka saat berada di rumahnya.

Berdasarkan hasil penyidikan sementara, tersangka membenarkan sering terlibat cekcok dengan korban. Terakhir kali ia cekcok dengan korban hanya karena persoalan baju.

“Sementara karena masalah baju, terkait bajunya kenapa kok sampai cekcok kami masih melakukan penyelidikan lebih lanjut,” jelas Istono.

Istono memastikan konflik antara tersangka dengan istri siri itu tidak ada kaitannya dengan persoalan ekonomi dan kehadiran pihak ke tiga.

“Kebutuhan ekonomi mereka terpenuhi dengan menjadi petani. Kehadiran pihak ketiga dalam hubungan mereka juga tidak ada,” lanjut Istono.

Akibat perbuatannya, tersangka dijerat pasal 351 KUHP tentang penganiayaan dengan ancaman maksimal lima tahun penjara.

“Korban merupakan istri siri tersangka, sehingga dalam aturannya ini bukan kasus Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT), tapi murni penganiayaan sebagaimana diatur pasal 351 KUHP,” pungkas Istono. (ng/muiz)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *