Detik-detik Pemuda Sampang Sebelum Lompat dari Jembatan Suramadu

  • Bagikan
Pemuda Sampang Lompat dari Jembatan Suramadu
Dalam video itu, terlihat dua pemuda dan dua polisi lalu lintas sedang menghampiri sepeda motor yang ditinggal di bentang tengah Jembatan Suramadu. (tangkapanvideo)

matajatim.idBANGKALAN-Suasana Jembatan Suramadu sudah sepi. Jalanan tak lagi ramai lalu lalang pengguna motor.

 

Kamis (9/9/2021) sekitar jam 23.25 WIB. Sepeda motor Supra 125 bernopol L 5250 LB terlihat berhenti di tengah Jembatan Suramadu sisi Surabaya.

 

Pengendara memarkir sepeda motornya. Sambil menelpon seseorang.

 

Dia Mastoki (30) pemuda asal Dusun Paleh Tengah, Desa Karang Nangger, Omben, Sampang.

 

Usai menelpon. Mastoki berjalan ke arah utara. Lalu melompat ke laut area Jembatan Suramadu.

 

“Usai nelpon, seketika itu, korban langsung melompat ke laut,” cerita pria berinisial M, asal Bangkalan kepada Mata Jatim.

 

M kaget. Dia tak bisa berbuat saat mata kepala melihat Mastoki melompat dari pagar Jembatan Suramadu.

 

Sesaat kemudian ada pengendara lain yang kebetulan lewat di area Jembatan Suramadu.

 

Si pengendara bertanya hal yang terjadi.

 

Tak lama dari kejadian itu, video mengabarkan sepeda motor Supra 125 bernopol L 5250 LB dengan kunci yang masih melekat ditinggal pemiliknya di bentang tengah Jembatan Suramadu tersebar luas di sejumlah aplikasi media sosial.

 

Dalam video itu, terlihat dua pemuda dan dua polisi lalu lintas Suramadu sedang menghampiri sepeda motor yang ditinggal.

 

Petugas polisi terlihat membukanya jok motor. “Bunuh diri lagi, jadi konten Suramadunya,” ucap pemuda itu dalam video.

 

Kabar viral ada pengendara melompat dari Jembatan Suramadu diketahui banyak orang. Salah satunya Ibrahim. Dia salah satu kakak ipar Mastoki.

 

Ibrahim bercerita, pukul 22.00 WIB, dirinya sempat dihubungi Mastoki untuk meminjam sepeda motornya.

 

Tak lama berselang. Mastoki menelpon dan mengabari jika sepeda motornya agar diambil di bentang tengah Jembatan Suramadu.

 

“Setelah Mastoki nelpon Ibrahim. Telpon genggam korban langsung tak aktif,” terang Kasatpolair Polres Bangkalan, AKP Arif Djunaidi meniru ceirta Ibrahim.

 

Karena telpon Mastoki tak aktif. Ibrahim langsung menuju bentang tengah Jembatan Suramadu untuk mengecek adik ipar sekaligus motor yang dipinjam.

 

Hingga kini belum diketahui motif yang membuat korban nekat mengakhiri hidup. Sampai Jumat sore, Tim SAR Gabungan belum menemukan jasad Mastoki.

 

AKP Arif menyebut, proses pencarian sudah dilakukan sejak Jum’at (10/9/2021) pagi hari yang melibatkan kerjasama sejumlah unsur SAR, di antaranya Kantor SAR Surabaya, Ditpolair Polda Jatim, potensi SAR lainnya.

 

“Sejak pagi hari Tim SAR melakukan pencarian. Tetapi korban belum ditemukan. Tim SAR sudah melakukan pencarian di tengah laut hingga pinggiran. Lokasi pencarian dari laut Kamal ke arah Sukolilo,” papar AKP Arif.

 

“Sudah sehari pencarian masih nihil. Ini tim kami baru mendarat ke pinggir laut. Tim SAR rencananya akan kembali melanjutkan pencarian besok pagi,” tambahnya menjelaskan pada Mata Jatim, Jum’at (10/9/2021) pukul 19.00 WIB. (syaiful)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *