Tokoh Masyarakat Tolak Pj Kades Makam Agung

  • Bagikan
Tolak Pj Kades Impor dari Luar Desa
Mahhud Ketua BPD Makam Agung saat diwawancarai wartawan, Kamis.(matajatim.id.syaiful)

matajatim.idBANGKALAN-Langkah Bupati Bangkalan, Ra Latif menunjuk Mustofa sebagai penjabat (Pj) Kepala Desa (Kades) Makam Agung, Kecamatan Arosbaya, Bangkalan mendapat penolakan dari tokoh masyarakat dan sejumlah warga setempat.

Mustofa ditunjuk menggantikan Kades terpilih Miftahus Surur yang meninggal dunia beberapa waktu lalu.

Sejumlah warga sepakat menolak Mustofa sebagai Pj Kades Makam Agung dengan berbagai alasan.

Pertama, karena bukan berdasarkan hasil musyawarah desa dan BPD, karena aturannya memang ASN namun yang lebih penting adalah penduduk desa setempat.

Alhasil, penolakan pun mencuat, sebab menurut warga keputusan itu tidak representatif atau tidak mewakili keinginan masyarakat Desa.

“Kami atas nama masyarakat Desa Makam Agung dengan ini menjelaskan, bahwa dalam pembahasan bersama tokoh masyarakat, agama, pemuda dan BPD mayoritas tidak setuju atas langkah yang diambil oleh Bupati Ra Latif. Karena menunjuk Pj tidak sesuai dengan usulan nama yang disampaikan BPD,” papar Rusi Tokoh Masyarakat Makam Agung, Kamis (9/9/2021).

Kedua, Rusi menilai Pj Kades Mustofa kurang komunikatif dengan warga. Alasannya, karena dia bukan warga sini.

Rusi mengaku kasihan masyarakat kesulitan dalam hal surat menyurat, karena harus datang ke kantor kecamatan nantinya.

“Saya tahu Pak Mustofa itu jarang ngantor. Orangnya tidak komunikatif. Kasihan warga jika mau ngurus administrasi. Apalagi, setau kami, informasinya pak Mustofa sering berada di Surabaya. Karena istrinya orang Surabaya,” papar Musi.

Dilain pihak, Mahhud Ketua BPD Makam Agung mengaku telah menyodorkan usulan nama dari hasil musyawarah desa atau Musdes.

Usulan itu dirapatkan pada 24 Juli 2021, sebelum SK Bupati keluar.

Di antara poinnya Pj Kades harus diisi putra Desa yang lebih mengerti wilayah administrasi pemerintah desa dan masyarakatnya.

“Kami sudah sampaikan apa yang menjadi usulan Musdes yakni Pj Kades yang di kehendaki warga harus unsur putra desa. Usulan warga menunjuk dan menyepakati Moh. Hafid, sekdes Makam Agung yang juga merupakan ASN. Kami buatkan surat usulan pada Camat dengan tembusan kepada Bupati pada 26 Juli. Tiba-tiba 29 Juli SK Pjs Kades keluar bukan atas nama Hafid. Tetapi Mustofa yang bukan warga Makam Agung,” paparnya.

Ketiga, Mahhud juga seringkali mendengar keluhan warga jika akhir-akhir ini, warga Makam Agung sering didatangi oleh seseorang untuk dimintai tanda tangan.

“Waktu meminta tanda tangan, tidak masuk akal. Keluhan warga minta tanda tangan jam 10 malam. Alasan dimintai tanda tangan agar dapat bantuan corona. Dari kejadian ini kami mengira ada unsur dugaan politik dengan adanya SK Pj Kades Mustofa,” bebernya.

Sekedar diketahui, apabila kepala desa berhenti karena meninggal dunia, BPD harus melaporkan kepada bupati atau wali kota melalui camat atau sebutan lain.

Langkah itu langkah konstitusional berdasarkan Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa; Peraturan Pemerintah Nomor 43 tahun 2014 tentang Peraturan Pelaksanaan Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa; Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 82 Tahun 2015 Tentang Pengangkatan dan Pemberhentian Kepala Desa.

Dengan begitu, ia meminta Bupati Ra Latif mengevaluasi atau meninjau kembali SK Bupati Nomor 188.45/22/PJ.KD/433.110/2021 perihal Pengangkatan Pejabat Kepala Desa Makam Agung, Kecamatan Arosbaya tertanggal 29 Juli 2021.

“Karena kami menolak Mustofa sebagai Pj Kepala Desa. Dan nama yang bersangkutan memang tidak masuk dalam usulan BPD. Serta berharap agar menjadi pertimbangan Camat dan Bupati,” harapnya.

Sementara, Camat Arosbaya Imam Mahmud justru memberikan keterangan yang berbeda dan menyatakan bahwa masyarakat Makam Agung menerima Mustofa selaku Pj Kades.

“Sejauh ini tidak ada keluhan dari masyarakat dan tokoh masyarakat, tidak ada masalah, masyarakat dan tokoh masyarakat Makam agung menerima,” jelasnya via telepon.

Syaiful, Mata Jatim

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *