JPU: Korupsi Hibah Ponpes di Banten ‘Belah Semangka’

  • Bagikan
Korupsi Hibah Ponpes di Banten
Sidang perdana kasus dugaan korupsi dana hibah pondok pesantren tahun 2018-2020 di Provinsi Banten.(KOMPAS.com)

matajatim.idBANTENKorupsi Hibah untuk Ponpes (pondok pesantren) dari Pemprov Banten bernilai ratusan miliar sudah mulai digelar di Pengadilan Tipikor Serang, Banten, Rabu (8/9/2021).

Lima terdakwa ikut hadir, yaitu:

  1. Irvan Santoso eks Kabiro Kesra Pemprov Banten.
  2. Toton Suriawinata Kabag Sosial dan Agama di Biro Kesra.
  3. Epieh Saepudin Pimpinan Pondok Pesantren di Pandeglang.
  4. Tb Asep Subhi Pimpinan Ponpes Darul Hikam Pandeglang
  5. Agus Gunawan selaku honorer di Biro Kesra.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Yusuf Putra dalam dakwaan menyebut, hibah Ponpes dari Pemprov Banten jadi bancakan oknum pimpinan Ponpes hingga tidak ada pertanggungjawaban dari Forum Silaturahmi Pondok Pesantren (FSPP) sebagai penerima dan penyalur.

“Kerugiannya negara mencapai Rp 70,7 miliar dari hibah APBD Banten tahun 2018 Rp 66 miliar dan 2020 Rp 117 miliar,” sebut JPU Yusuf, seperti dikutip detik.

Korupsi Hibah Ponpes yang melibatkan banyak pihak itu disebut istilah ‘belah semangka‘.

Istilah ini muncul saat terdakwa Epieh Saepudin selaku Pimpinan Ponpes Darul Hikam memotong bantuan untuk pesantren lain.

JPU M Yusuf menyebut, hibah tahun 2020, terdakwa Epieh bersama Apipi menghubungi delapan pondok pesantren penerima hibah.

Epieh menyampaikan kedelapan ponpes itu jika hibah ingin cair, maka mereka harus bersedia membagi separuh bantuannya atau ‘belah semangka’.

“Terdakwa menyampaikan dana hibah dapat cair asalkan bersedia ‘belah semangka’ dengan memberikan separuh dana hibah uang masing-masing sebesar Rp 15 juta,” terang JPU Yusuf di Pengadilan Tipikor Serang, Rabu.

Dari hasil berbagai keterangan terdakwa dikatehui, celah korupsi Hibah Ponpes Banten itu diketahui bahwa terdakwa Irvan dan Toton tidak melakukan tahapan evaluasi, verifikasi persyaratan administrasi, survei hingga kelayakan besaran uang hibah Pemprov Banten pada 2018.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *