Ternyata, Humas DPRD Sumenep Tak Mengerti Penulis Berita Video Mesum

  • Bagikan
Video Mesum Mirip Anggota DPRD Sumenep
ilustrasi

matajatim.idSUMENEP-Heboh berita video mesum mirip anggota DPRD Sumenep memantik banyak pengamat, praktisi, politisi dan birokrat untuk ikut berkomentar.

Teranyar, komentar dari Humas DPRD Sumenep tentang identitas wartawan media kempalan yang awal memberitakan video mesum itu.

Seperti yang ditulis wartawan kompas tv di Sumenep, Nur Kholis.

Tulisan berinisial NK Gapura ini viral di grup-grup WhatsApp.

Tulisan Nur Kholis menyinggung Humas DPRD Sumenep yang mengaku tak mengenal atas identitas si wartawan kempalan.

“Yang nulis tidak tahu siapa, medianya juga tidak tahu dimana(?) Kalau tidak keliru, humas juga menyinggung bahwa media yang membuat heboh itu tidak tercantum di dewan pers,” begitu NK Gapura membuat catatan.

Sebelum menulis catatan itu, Nur Kholis menemui pimpinan DPRD Sumenep.

Maksud Nur Kholis bersama teman-teman wartawan berharap pimpinan DPRD bisa tabayyun dengan wartawan dan media yang menulis dugaan video itu agar tidak jadi fitnah.

“Jika si wartawan, enggan untuk menyebutkan sumber beritanya, paling tidak kan DPRD bisa meminta bukti, atas dasar apa berita itu dibuat?,” cerita Nur Kholis.

“Unsur pimpinan itu ngotot. Jawaban yang dia lontarkan kurang lebih sama. Videonya tidak ada. Wartawannya yang menulis tidak ketemu. Medianya juga entah dimana,” sambung Nur Kholis.

Berikut tulisan Nur Kholis yang diterima redaksi Mata Jatim. Nur Kholis yang ditelpon membenarkan tulisan yang ia buat.

Berita Video Mesum DPRD Sumenep
Nur Kholis alias NK Gapura

Marwah DPRD Sumenep Jarang Diurus (?)

Catatan: Nur Kholis

Jauh sebelum catatan ini dibuat, saya pernah membuat catatan lain dengan judul begini: Lemotnya DPRD Sumenep (?).

Catatan itu sengaja saya akhiri dengan tanda tanya.

Pertama untuk membuka ruang diskusi. Bisa saja catatan itu keliru.

Kedua, untuk jaga-jaga, khawatir disomasi, hehe…

Namun, catatan itu tidak rampung. Sebab terlalu sering saya menghadapi pernyataan-pernyataan yang, maaf, absurd dari DPRD.

Saya merasa sudah kenyang dengan segala silat lidah disana. Yang terakhir dari unsur pimpinan.

Ceritanya begini.

Saat itu, saya bersama tiga kawan lain datang bertamu. Salah seorang unsur pimpinan, menerima kami di sela rapat di ruangannya.

Ketika itu, kami ingin tahu, bagaimana sikap DPRD, secara kelembagaan, menyikapi dugaan adanya video mesum salah satu anggotanya?

Mendapat pertanyaan itu, sang unsur pimpinan ini menjawab: ada videonya, mana?

Kami bilang tidak ada.

Lalu dia menjelaskan secara panjang lebar, begini: katanya videonya viral, viral dimana? Siapa yang memviralkan? Sampai saat ini BK juga tidak ada lapor apapun? Terus apa yang harus kami sikapi?

Secara panjang lebar juga kami jelaskan.

Kira-kira begini: dugaan adanya video itu kan dari berita online. Agar tidak jadi fitnah, semestinya kan DPRD tabayyun dengan wartawannya, dengan medianya.

Jika si wartawan, lanjut kami, enggan untuk menyebutkan sumber beritanya, paling tidak kan DPRD bisa meminta bukti, atas dasar apa berita itu dibuat?

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *