Soal Video Mesum, Pemuda dan Mahasiswa Surati BK dan Pimpinan DPRD Sumenep

  • Bagikan
Video Mesum Mirip Anggota DPRD Sumenep
Ardhiyanta Alzi Chandra dari Gerakan Pemuda Peduli Sumenep (GPPS) saat nenyerahkan surat ke Bagian Umum DPRD Sumenep.(FOTO: kempalan)

matajatim.idSUMENEP-Kisruh video mesum yang mirip anggota DPRD Sumenep menjadi atensi pemuda dan mahasiswa Sumenep.

Dua elemen itu berkirim surat ke Ketua Badan Kehormatan (BK) DPRD Sumenep dan Ketua DPRD Sumenep.

Ardhiyanta Alzi Chandra dari Gerakan Pemuda Peduli Sumenep (GPPS) berkirim surat ke BK DPRD Sumenep.

Dalam surat itu, Ardhi minta kepada BK DPRD Sumenep agar segera bertindak atas pemberitaan media kempalan soal video mesum yang mirip anggota DPRD Sumenep.

“Besar harapan agar BK DPRD Sumenep segera mengusut dan memanggil oknum anggota DPRD Sumenep yang mirip seperti pemberitaan kempalan. Sehingga tak terjadi keresahaan di tengah masyarakat,” tulis Ardhi dalam surat yang diantar langsung ke kantor DPRD Sumenep, Senin siang (6/9).

Dalam surat itu, Ardhi juga melampirkan sejumlah link pemberitaan dari sejumlah media online yang memberitakan video mesum mirip anggota DPRD Sumenep.

Ardhi saat dikonfirmasi kempalan membenarkan surat yang dia buat sudah diterima Bagian Umum DPRD Sumenep.

“Kami hanya minta keresahaan atas video mesum yang mirip anggota DPRD Sumenep segera ditindaklanjuti oleh BK. Segela teknisnya, kami pasrah ke BK DPRD Sumenep. Yang penting kasus video mesum itu diusut tuntas. Dan keresahaan soal video itu diakhiri,” ucapnya saat dihubungi via telpon, Senin siang.

Sementara, Ridhwan dari Koalisi Mahasiswa Sumenep membenarkan jika surat yang dia buat ditujukan kepada
Ketua DPRD Sumenep.

Ridhwan sengaja berkirim surat kepada ketua DPRD Sumenep agar menyikapi pemberitaan video mesum mirip anggota DPRD Sumenep yang sudah bikin kesan negatif terhadap institusi wakil rakyat Sumenep

Dalam surat itu, Ridhwan mendesak pimpinan DPRD Sumenep untuk segera melakukan klarifikasi dan somasi.

“Jika klarfikasi dan somasi tak diindahkan oleh media kempalan. Pimpinan DPRD Sumenep harus melaporkan media kempalan ke penegak hukum karena telah memproduksi berita hoax,” ucapnya.

“Jika pimpinan DPRD Sumenep tak melakukan klarifikasi atau langkah-langkah atas pemberitaan media kempalan yang telah mencoreng institusi parlemen Sumenep. Jangan salahkan, kami dari elemen mahasiswa Sumenep membenarkan aktivitas mesum yang dilakukan oknum anggota DPRD Sumenep berinisial (i) sebagaimana pemberitaan media kempalan,” pungkas Ridhwan menambahkan. (**)

sumber: kempalan

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *