Rumah Sakit Terapung Kembali Jelajah Kepulauan Sumenep

  • Bagikan
Rumah Sakit Terapung Jelajah Kepulauan Sumenep
Kapal Rumah Sakit Terapung Ksatria Airlangga (RSTKA) bersiap menjalankan misi kemanusiaan berupa edukasi dan penyadaran tentang Covid-19 di 14 pulau kecil yang berada di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, Sabtu (4/9/2021).(KOMPAS.COM)

matajatim.idSUMENEP-Lama tak ada kabar. Rumah Sakit Terapung Ksatria Airlangga (RSTKA) kembali akan menjelajah sejumlah Kepulauan di Sumenep.

Penjelajahan kali ini membawa misi ‘Madura Sadar Covid-19’ yang mulai berlayar pada hari Sabtu (4/9/2021) hingga tiga puluh hari ke depan.

Ada 14 pulau-pulau kecil di Kepulauan Sumenep, Madura yang dihampiri RSTKA.

Pulau-pulau kecil itu, Pulau Sapudi, Raas, Kangean, Pagerungan Besar, Pagerungan Kecil, Sapeken, Sepanjang, Gili Raja, Gili Genting, Gili Iyang, Masalembu, Masakambing dan Pulau Karamian, dan Kepulauan di Kecamatan Kangayan.

Misi RSTKA menjelajahi kepulauan Madura dilepas melalui seremoni sederhana dari Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, tepatnya di depan kantor Syahbandar Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya.

Direktur RSTKA dr Agus Hariyanto mengatakan, awak RSTKA terdiri dari 25 tenaga kesehatan dan 6 awak kapal.

Mereka akan memberikan pelayanan kesehatan secara gratis.

Rumah Sakit Terapung Jelajah Kepulauan Sumenep
Menteri Perhubungan RI, Menteri Budi Karya Sumadi dan Menteri Kesehatan Nilla F. Moeloek, beserta Gubernur Jawa Timur di Pelabuhan Kalinget, Kecamatan Kalianget, Kabupaten Sumenep, Kamis (15/8/2019) saat meninjau kondisi dan fasilitas kesehatan di dalam rumah sakit terapung.(Kemenhub RI)

Selain itu, RSTKA akan mengedukasi warga kepulauan tentang Covid-19. Termasuk melalukan riset terhadap kondisi masyarakat kepulauan dalam dampak covid-19.

“Kami berencana melakukan vaksinasi, namun karena pertimbangan teknis hingga pertimbangan sosial kemasyarakatan, kami putuskan memulainya dengan edukasi tentang apa itu Covid-19,” terang dr Agus Hariyanto dalam keterangan resmi seperti dikutip kompas.com.

Menurutnya, kendala vaksinasi Covid-19 bukan hanya masyarakat yang takut jarum suntik, namun juga adanya salah tangkap informasi tentang vaksinasi.

“Hoaks atau informasi yg tidak benar beredar di tengah masyarakat.  Ini yang kemudian membentuk perilaku masyarakat menolak divaksin,” terang dr Agus menambahkan.

Karena itu, Misi Madura Sadar Covid-19 untuk menyadarkan masyarakat kepulauan agar lebih mengenal bahaya dan bagaimana cara mengatasinya.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *