Kasat Reskrim Polres Bangkalan Irit Berkomentar soal Pembunuhan di Kelbung Galis Bangkalan

  • Bagikan
Pembunuhan Sadis di Kelbung Galis Bangkalan
Salah satu korban pembunuhan sadis di Kelbung Galis Bangkalan yang lagi kritis. Saat ini dia menjalani perawatan di RSUD Syamrabu, Bangkalan. (matajatim.id/syaiful)

matajatim.idBANGKALAN-Kasat Reskrim Polres Bangkalan, AKP Sigit Nursiyo Dwiyugo sedang irit berkomentar dengan dalih aksi pembunuhan di Desa Kelbung, Kecamatan Galis, Bangkalan, Madura, Senin malam (30/8/2021)  tidak ada saksi mata.

Kendati demikian, Kasat Sigit mengaku terus melakukan pendalaman terkait hasil penyelidikan kasus pembunuhan sadis itu.

Sayang polisi belum bisa memberi keterangan lebih rinci, siapa saja yang sudah dimintai keterangan sebagai saksi atas kejadian pembunuhan di Kelbung, Galis, Bangkalan itu.

“Masih melakukan pendalaman terkait hasil penyelidikan, Mas,” terangnya kepada Mata Jatim, Sabtu siang (4/9/2021).

Sejak beberapa hari lalu pasca kejadian, polisi terus mengumpulkan sejumlah keterangan dan alat bukti yang mengarah kepada pelaku pembacokan dan penembakan yang mengakibatkan 1 orang meninggal dan 1 orang.

Polisi menyebut masih dalam peroses penyelidikan. Sehingga tak bisa mengungkap motif hingga pelaku.

Kapolsek Galis, Iptu Bagus Setioko Darmawan mengatakan, kedua korban pembunuhan itu merupakan sahabat karip.

Pada malam naas itu, kedua sedang bersama. Secara tiba-tiba ada yang memnacok hingga terkapar bersimbah darah.

“Bukan carok, jadi keduanya adalah korban penganiayaan,” jelasnya.

Akibat penganiayaan tersebut, Niman mengalami luka robek cukup parah di bagian perut hingga membuatnya meninggal di tempat.

Sementara Suri, mengalami luka bacok di bagian pipi hingga kepala bagian belakang.

“Korban meninggal ditemukan di sungai, sementara korban luka ada diatas parit. Keduanya langsung dibawa ke rumah sakit,” tambahnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Warga Dusun Kelbung Tengah, Desa Kelbung, Kecamatan Galis, Bangkalan, Madura, Senin malam (30/8/2021) sehabis adzan isya dibuat geger dengan suara tembakan.

Aksi pembunuhan secara sadis itu sempat diketahui warga meski agak remang-remang.

Tapi, warga yang mengetahui itu tak berani mendekat.

Beberpa menit berlangsung, warga baru menemukan dua korban laki-laki yang berlumuran darah.

Kedua korban itu ditemukan tergeletak berlumur darah di Dusun Tengah Kelbung, tak jauh dari lapangan tempat pemilihan suara Pilkades serentak Desa Kelbung, Galis, Bangkalan.

Informasi yang dihimpun Mata Jatim menyebut, aksi pembunuhan itu dilakukan dengan senjata tajam (sajam) dan senjata api (senpi).

Warga Kelbung berinisial AM bercerita, dirinya mendengar aksi pembunuhan di Desa Kelbung dengan korban satu orang meninggal dan satu orang kritis.

“Informasi korban yang tewas ditembak tetapi luput sasaran. Lalu dibantai memakai sajam (dibacok). Sedang korban kritis ada luka sabetan sajam memanjang di wajah hingga atas telinga,” sebut AM kepada Mata Jatim, Senin malam.

Kata AM, diduga pelaku sedang memakai helm.

“Pelakunya belum jelas soalnya cerita warga disini pelakunya memakai helm,” kata AM memberikan keterangan.

Mirisnya lagi, korban meninggal diketahui warga dengan posisi tewas berada di dalam sungai.

“Korban yang meninggal ditemukan warga di dalam sungai,” jelasnya.

Senada dengan warga Kelbung, berinisial S. Dirinya membenarkan jika telah terjadi pembunuhan di Desa Kelbung.

“Bukan carok. Tapi aksi pembunuhan. Soalnya informasi di sini kedua korban tidak ada perlawanan sama sekali. Semoga korban kritis bisa segera sadar dan pulih, biar bisa ngungkapin kebenarannya,” terang S.

Syaiful, Mata Jatim

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *