Bacok Selingkuhan Istri, Warga Sampang Dituntut 16 Tahun Penjara

  • Bagikan
ilustrasi

matajatim.idBALI-Masih ingat kasus pembacokan gegara berselingkuh dengan istri orang Sampang Madura?

Pelaku pembacokan itu bernama Matsari, 45 tahun, warga Camplong, Sampang, Madura, Jawa Timur.

Dia membacok selingkuhan istrinya dengan celurit pada 20 Maret 2021 lalu, hingga tewas.

Kini kasus itu sudah mulai masuk bacaan tuntutan di PN Denpasar.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) I Gusti Ngurah Wirayoga menuntut Matsari dengan hukuman 16 tahun penjara.

Di depan majelis hakim PN Denpasar yang diketuai I Ketut Kimiarsa, JPU Wirayoga mengatakan, terdakwa terbukti merampas nyawa orang lain sebagaimana yang diancam di pasal 340 KUHP.

“Menjatuhkan pidana terhadap terdakwa dengan pidana penjara selama 16 tahun. Menetapkan masa penahanan yang telah dijalani terdakwa dikurangi selama terdakwa berada dalam tahanan,” ujar JPU Wirayoga dalam sidang virtual yang digelar, Kamis (2/9/2021) seperti dikutip jpnn.

Usai JPU membaca tuntutan, hakim Kimiarsa memberi waktu selama satu minggu kepada terdakwa dan penasihat hukumnya untuk menyiapkan pledoi tertulis.

Seperti diketahui,  Matsari, 45 tahun, warga Camplong, Sampang, Madura, Jawa Timur itu, membacok  selingkuhan istrinya dengan celurit pada 20 Maret 2021 lalu, hingga tewas.

Berdasar dakwaan, pembunuhan sadis ini terjadi Sabtu 20 Maret 2021 sekira pukul 16.00, bertempat di sungai yang terletak di Jalan Muding Indah, Banjar Muding Kaja, Kerobokan, Badung.

Matsari sudah menaruh curiga jika istrinya menjalin asmara dengan korban secara diam-diam sejak dua bulan terakhir sebelum peristiwa pembunuhan terjadi.

Melihat itu, terdakwa meminta penjelasan dari istrinya berinisial J. Istrinya pun mengakui telah berselingkuh dengan korban.

Pengakuan istrinya itu membuat terdakwa kesal. Dia kemudian meminta istrinya supaya menjauhi korban.

Tak lama kemudian, terdakwa melihat korban sedang mencuci sangkar burung di pinggir sungai.

Saat itu, korban melempar senyum ke istri terdakwa yang sedang duduk di sampingnya.

Saat itulah timbul niat terdakwa untuk menghabisi korban.

Kemudian terdakwa mengambil celurit dalam almari di kamar kosnya. Dia meminta istrinya untuk memancing korban supaya tidak melarikan diri.

Istri terdakwa yang juga di bawah ancaman terdakwa pun langsung menemui korban.

Disusul terdakwa dengan jarak tiga meter.

Terdakwa lalu mengayunkan celurit ke arah korban sebanyak dua kali yang mengenai kepala dan leher.

Tebasan itu membuat korban langsung tersungkur bersimbah darah.

Sedangkan terdakwa bersama istrinya langsung melarikan diri ke kos adik ipar terdakwa di Jalan Muding Sari, Kelurahan Kerobokan Kaja.(jpnn)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *