Heboh, Makam Baru Bertuliskan Trah Cakraadiningrat Muncul Mendadak di Klampis Bangkalan

  • Bagikan
Makam Baru Trah Cakraadiningrat
Warga Desa Tenggun Dajah, Kecamatan Klampis, Bangkalan, Madura dibikin heboh dengan adanya dua makam baru di atas tanah kosong yang bertuliskan trah cakraadiningrat muncul mendadak. (matajatim.syaiful)

matajatim.idBANGKALAN-Warga Desa Tenggun Dajah, Kecamatan Klampis, Bangkalan, Madura dibikin heboh dengan adanya dua makam baru di atas tanah kosong.

Apalagi, makam baru itu bercorak nisan kuno, bertuliskan trah cakraadiningrat , yaitu R Hosen bin R. Moch. Yusuf Cakraadiningrat VII.

Di sebelahnya, nisannya tak bertulis nama. Tapi, masyarakat menganggap makam itu istri R Hosen bin R. Moch. Yusuf  Cakraadiningrat VII.

Lokasi makam tersebut berada di hamparan tegalan dekat dengan sumber mata air Desa Tenggun Dajah, Klampis.

Keberadaan makam baru itu, ditemukan Muhammad, warga yang kerap ke sumber mata air.

Muhammad bercerita, awal mula dirinya melihat makam baru itu, pada hari Minggu siang (29/8/2021).

Saat itu, Muhammad hendak pergi ke sumber mata itu. Dia kaget saat menuju sumber mata air melihat dua makam baru dengan batu nisan kuno di tengah tegalan yang biasa lewati

Muhammad kemudian bertanya kepada sejumlah tokoh setempat. Para tokoh masyarakat dan kiai kampung mengaku tak mengetahui keberadaan makam baru di tegalan itu.

Lama mencari informasi. Muhammad baru mendengar jika dua makam tersebut merupakan pindahan dari tempat lain.

“Infonya ada yang memindah makam ke tempat ini. Siapa dan untuk apa dipindah, ini masih simpang siur. Namun, warga di sini resah dengan keberadaan makam itu. Ada yang mengatakan itu dari Bangkalan,” jelas Muhammad kepada Mata Jatim, Rabu (1/9/2021).

Informasi yang diketahui Muhammad pun tak utuh. Dia juga tak mengetahui pasti, apakah, proses pemindahan dua makam itu hanya nisannya saja atau dengan jasadnya.

Sebab, kata Muhammad, pemindahan dua makam itu tak adanya koordinasi dengan aparatur Desa Tenggun Dajah.

“Ada yang menyebut karena ada mimpi, kemudian dipindah dua makam ke sini. Apa maksud semua ini, saya juga tak ngerti,” tuturnya menambahkan.

  • Bagikan

Respon (1)

  1. Seandainya saya yang masih Dzurriyahnya malah tidak akan melakukan pemindahan Makam tersebut… Karena Napak tilas beliau adalah bukti sejarah bahkan makam yang lama tersebut yang harus dirawat… Kalau sudah dipindah hilang buktinya bahwa beliau dimakamkan ditempat makam sebelumnya… ✍️

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *