Pembunuhan Sadis di Kelbung Galis Bangkalan; 1 Meninggal, 1 Kritis

  • Bagikan
Pembunuhan Sadis di Kelbung Galis Bangkalan
Salah satu korban pembunuhan sadis di Kelbung Galis Bangkalan yang lagi kritis. Saat ini dia menjalani perawatan di RSUD Syamrabu, Bangkalan. (matajatim.id/syaiful)

matajatim.idBANGKALAN-Aksi pembunuhan secara sadis terjadi di Dusun Kelbung Tengah, Desa Kelbung, Kecamatan Galis, Bangkalan, Madura, Senin malam (30/8/2021) sehabis adzan isya.

Warga menemukan dua korban laki-laki berlumuran darah.

Korban yang meninggal berinisial N. Sedangkan korban yang kritis berinisial S yang saat ini sedang dirujuk ke RSUD Syamrabu, Bangkalan.

Keduanya ditemukan tergeletak berlumur darah di Dusun Tengah Kelbung, tak jauh dari lapangan tempat pemilihan suara Pilkades serentak Desa Kelbung, Galis, Bangkalan.

Informasi yang dihimpun Mata Jatim menyebut, aksi pembunuhan itu dilakukan dengan senjata tajam (sajam) dan senjata api (senpi).

Warga Kelbung berinisial AM bercerita, dirinya mendengar aksi pembunuhan di Desa Kelbung dengan korban satu meninggal dan satunya lagi kritis.

“Informasi korban yang tewas ditembak tetapi luput sasaran. Lalu dibantai memakai sajam. Sedang korban kritis ada luka sabetan sajam memanjang di wajah hingga atas telinga,” sebut AM kepada Mata Jatim, Senin malam.

Kata AM, diduga pelaku sedang memakai helm.

“Pelakunya belum jelas soalnya cerita warga di sini pelakunya memakai helm,” tambah AM memberikan keterangan pada Mata Jatim.

Yang tragis, kata AM, korban yang meninggal diketahui warga dengan posisi berada di dalam sungai.

“Korban yang meninggal ditemukan warga di dalam sungai,” jelasnya.

Senada AM, warga Kelbung lain, berinisial S menyebut pembunuhan di Desa Kelbung bukan karena carok.

“Bukan carok. Tapi aksi pembunuhan. Soalnya informasi di sini kedua korban tidak ada perlawanan sama sekali. Semoga korban yang kritis bisa segera sadar dan pulih, biar bisa mengungkap kebenarannya. Polisi saat ini sudah di TKP,” terang S.

Untuk siapa pelaku pembunuhan dan motif pembunuhan belum diketahui. Sebab polisi saat dihubungi Mata Jatim masih belum bisa merespon.

Syaiful, Mata Jatim

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *