Rp 360 Juta Diamankan KPK dari Bupati Probolinggo

  • Bagikan
KPK OTT Bupati Probolinggo
Bupati Probolinggo Puput Tantriana Sari dan suaminya Hasan Aminuddin saat digiring ke Polda Jatim oleh tim KPK sebelum diterbangkan ke Jakarta. (cuplikanvideo)

matajatim.idPROBOLINGGO– Operasi Tangkap Tangan Komisi Pemberantasan Korupsi (OTT KPK) terhadap Bupati Probolinggo, Puput Tantriana Sari, berhasil mengamankan uang sebesar Rp 360 juta sebagai barang bukti diduga dari uang hasil jual beli jabatan.

Selain Bupati Probolinggo, KPK juga mengamankan suaminya, Hasan Aminuddin, mantan Bupati Probolinggo dua periode-yang juga anggota DPR RI dari Fraksi NasDem.

Menurut sumber di dalam KPK, Bupati Probolinggo dan suaminya diduga menerima suap jual beli jabatan di lingkungan Pemkab Probolinggo.

Uang yang berhasil diamankan KPK senilai Rp360 juta.

Terkait dugaan jual beli jabatan di Pemkab Probolinggo yang dilakukan Bupati Puput dan suaminya selama ini hanya sebatas kasak-kusuk di lingkungan pegawai.

“Isunya ada dana tasyakuran untuk menempati jabatan tertentu di Pemkab Probolinggo,” ujar seorang pegawaj yang minta namanya dirahasiakan.

Ditanya besaran dana tasyakuran itu, pegawai tersebut mengatakan, tergantung “basah-kering”-nya posisi yang ditawarkan.

“Infonya yang terendah Rp 50 juta sampai ratusan juta,” ujarnya.

Hingga siang ini, belum ada konfirmasi resmi dari Pemkab Probolinggo terkait OTT terhadap bupati dan suaminya itu.

“Saya tidak tahu,” kata Kepala Diskominfo, Yulius Christian.

OTT KPK ini dilakukan di rumah pribadi Bupati Probolinggi di Jalan Ahmad Yani, Kota Probolinggo, Senin 30 Agustus 2021 dini hari.

Pergerakan KPK itu terlihat sejak Senin dini hari sekitar pukul 02.00 WIB.

Sejumlah warga sekitar, awalnya tidak menaruh curiga. Sebab, rumah Bupati Probolinggo itu biasa ramai karena digunakan rapat atau menerima sejumlah tamu pada malam hari.

“Tetapi saya jadi curiga kok habis subuh Jalan Ahmad Yani di depan rumah Pak Hasan dan Bu Tantri diblokir sehingga saya tidak bisa lewat,” ujar HM. Ahmad, warga Kota Probolinggo yang biasa olahraga gowes (bersepeda) di pagi hari.

Saat itu banyak mobil berderet di jalan, termasuk bus mini. Pemblokiran Jalan Ahmad Yani baru dibuka setelah iring-iringan mobil bergerak ke arah barat, sekitar pukul 05.30 WIB.

Senin siang, Bupati Puput dan suaminya Hasan serta 8 orang yang diamankan masih menunggu jadwal penerbangan dari Bandara Juanda Surabaya ke Jakarta. (ngopibareng)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *