Mobil Mercedes E-200 Dirampas Debt Collector, Ra Bir Aly Lapor Polisi Bangkalan

  • Bagikan
Mobil Mercedes E-200 Dirampas Debt Collector
Ra Bir Ali usai melapor ke SPKT Polres Bangkalan Minggu siang atas ulah diduga debt collector yang berjumlah 4 orang. Terlihat Ra Bir Aly (tengah) didampingi dua kuasa hukum, Hidayatullah dan Subairi.(matajatim)

matajatim.idBANGKALAN-Perampasan mobil Mercedes E-200 Nopol B 2366 SZ diduga dilakukan oknum debt collector dilaporkan Ra Bir Aly ke SPKT Polres Bangkalan, pada Minggu (29/8/2021) siang.

Pelaku yang dilaporkan berjumlah 4 orang yang kesemuanya diduga oknum debt collector.

Mereka merampas saat mobil mercedes yang dikendarai oleh santri Ra Bir Aly yakni Umar Bakri.

“Kami melapor ke polisi karena tindakan debt collector menarik paksa kendaraan. Itu tidak dibenarkan. Ada aturan yang mengatur bagaimana kredit seharusnya dapat membuat nyaman bagi masyarakat. Jika dengan nada ancaman dan intimidasi ini, sudah masuk ranah pidana,” kata Ra Bir Aly, Senin (30/8)/2021) dini hari.

Dengan laporan itu, Ra Bir Aly berharap polisi secara tegas menangkap oknum debt collector tersebut. Biar tidak sampai terjadi kepada masyarakat yang lain.

“Kami harap polisi bekerja dengan cepat. Ini sudah tidak bisa diselesaikan secara kekeluargaan karena sudah masuk ranah pidana,” harapnya.

Sementara kuasa hukum Ra Bir Aly, Hidayatullah membenarkan jika kliennya sudah melakukan dumas di SPKT Polres Bangkalan perihal perampasan mobil Mercedes E-200.

“Laporan sudah diterima oleh pihak kepolisian, kami berharap pada debt collector segera ditangkap oleh polisi,” jelas Hidayatullah yang didampingi oleh Subairi.

Kata Hidayatullah, debt collector dianggap melanggar hukum jika dilakukan dengan cara-cara kekerasan dan intimidasi.

Pada 6 Januari 2020 lalu, MK memutuskan leasing tidak bisa menarik kendaraan secara sepihak.

MK menyatakan, perusahaan kreditur harus meminta permohonan eksekusi kepada pengadilan negeri terlebih dahulu.

“Penerima hak fidusia (kreditur) tidak boleh melakukan eksekusi sendiri melainkan harus mengajukan permohonan pelaksanaan eksekusi kepada pengadilan negeri sesuai bunyi Putusan MK Nomor 18/PUU-XVII/2019. Apalagi kejadian perampasan ini Mercedes ini sudah dilakukan dengan cara-cara kasar dan intimidasi. Ini sangat bertentangan dengan hukum,” paparnya.

Diberitakan sebelumnya, empat orang debt collector mengambil paksa mobil Mercedes C-200 tahun 2014 Nopol B 2366 SZ warna hitam milik H. Somad Jakarta yang dipinjamkan pada putra ulama karismatik asal Bangkalan, Madura yakni Ra Bir Aly.

Mobil Mercedes itu dirampas saat dikemudikan Umar Bakri (19) pemuda asal Kombangan, Gegger, Bangkalan yang merupakan santri Ra Bir Aly.

Tiba-tiba ada empat orang debt collector merampas mobil tersebut ketika Umar Bakri seorang diri sedang diminta Ra Bir Aly membeli makanan di rumah makan bebek sinjay, Bangkalan.

Sementara mobil tersebut dirampas tanpa ada pemberitahuan sebelumnya dan dilakukan dengan cara kekerasan, intimidasi dan pemaksaan.

Syaiful, Mata Jatim

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *