Polisi Selidiki Dugaan Korupsi Pemakaman Covid-19

  • Bagikan
Korupsi Pemakaman Covid-19
Tim Pemakaman Covid-19 saat melaksanakan pemakaman jenazah Covid-19 (FOTO:suaramerdeka)

matajatim.idJEMBER-Polres Jember bergerak cepat adanya dugaan korupsi biaya pemakaman Covid-19 senilai Rp 282 juta.

Bupati Jember Hendy Siswanto kepada wartawan mengaku menerima honor Rp 70,5 juta selama bulan Juli 2021.

Honor itu diterima karena dirinya menjabat sebagai pengarah tim monitoring dan evaluasi (monev) pemakaman covid-19.

“Memang benar saya menerima honor sebagai pengarah tim pemakaman, karena ada regulasi, ada pengarah, tim, ketua, dan anggota terkait monitoring dan evaluasi,” terang Hendy seperti dikutip antara, Jumat (27/8/2021).

Selain bupati yang menerima honor itu, ada Sekda, Kepala BPBD dan Kabid di BPBD. Masing-masing juga menerima  70 juta 500 ribu rupiah.

Nilai honor Rp 70,5 juta itu merupakan akumulasi dari honor Rp 100 ribu setiap pasien covid meninggal.

Pada bulan Juli, ada 705 kali pemakaman ala Covid-19. Sehingga total anggaran yang dikeluarkan untuk empat pejabat itu mencapai Rp 282 juta.

Menurut Sekda Jember Mirfano, honor Rp 70,5 juta merupakan itungan jumlah dari total 705 kali pemakaman berdasarkan kode rekening 5.1.0204.01.0003 pada bulan Juni 2021,

Sekda Mirfano bercerita, pada bulan Juli 2021, tim monev pemakaman mengurus lebih 1.000 jenazah pasien covid-19.

Tiap hari tim monev covid-19 menjaga kecukupan tenaga pemakaman yang berhenti karena takut risiko. Selain itu, tim juga mencari tukang kayu yang dapat memproduksi peti jenazah.

“Kami harus menjamin tidak boleh ada satu pun jenazah yang terlantar. Di lapangan, para petugas pemakaman harus bekerja dari pagi sampai pagi lagi. Karena pada Bulan Juli itu kematian karena COVID rata-rata lebih dari 50 orang per hari, karena saat puncaknya serangan pandemi. Para petugas pemakaman juga harus berhadapan dengan keluarga yang marah dan sempat ada kekerasan fisik,” tutur Sekda Mirfano.

Mirfano mengakui honor pemakaman COVID-19 yang diterima Bupati Hendy disumbangkan ke keluarga duka. Sehingga uang yang dikembalikan bupati ke Kasda bersumber dari uang pribadi.

“Sehingga (honor disumbangkan) tersebut yang dilakukan bupati, diganti dengan dari uangnya sendiri. Karena uangnya yang dari honor itu juga ikut dikembalikan,” kata Mirfano.

Sekda Mirfano ikut menyaksikan langsung saat Bendahara BPBD Jember mengembalikan uang honor Rp 282 juta  ke Kasda Jember pada Jumat sekitar pukul 11.00 WIB di Bank Jatim Jember.

“Sudah tadi kita kembalikan ke Kasda, nominalnya untuk 4 orang pejabat, saya (Sekda), Pak Bupati, Plt Kepala BPBD dan Kabidnya, masing-masing Rp 70,5 juta. Jadi totalnya Rp 282 juta,” ujar Mirfano, Jumat (27/8/2021).

Pemeriksaan Polres Jember

Bendahara BPBD Jember, Siti Fatimah memenuhi panggilan penyidik Polres Jember terkait dugaan korupsi anggaran monitoring dan evakuasi pemakaman COVID-19.

Pemeriksaan dilakukan Jumat (27/8/2021) pada pukul 09.30 WIB, bertempat di ruang penyelidikan Mapolres Jember.

Dalam pemeriksaan itu, Fatimah membawa sejumlah dokumen. Di antaranya dokumen surat perintah membayar, dokumen pembayaran honor pejabat dan petugas BPBD serta dokumen pembayaran honor petugas lain.

Pada pukul 11.30 WIB. Fatimah keluar dari ruangan penyidik Polres Jember.

Saat dikonfirmasi sejumlah wartawan, Fatimah mengaku mendapatkan sejumlah pertanyaan. Terutama mengenai administrasi.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *