Mahasiswa Murka Atas Sanksi Dosen Cabul IAIN Kediri

  • Bagikan
Dosen Cabul IAIN Kediri
Belasan mahasiswa IAIN Kediri murka atas keputusan rektorat yang memberikan sanksi administratif kepada si oknum dosen cabul. Kemurkaan mereka luapkan dengan aksi demo dan membakar ban bekas karena rektor tidak kunjung menemui mereka. (FOTO:faktualnews)

matajatim.idKEDIRI-Sejumlah mahasiswa Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kota Kediri tampak murka atas sanksi administratif yang diberikan rektorat untuk si dosen cabul.

Kemurkaan itu mereka tumpahkan melalui aksi orasi, membentangkan spanduk dan poster pada Jumat 27 Agustus 2021 di halaman kampus IAIN Kediri.

Karena masih belum ada respon yang memuaskan dari pihak rektorat, peserta aksi membakar ban bekas di luar halaman depan gedung rektorat IAIN Kediri.

Saat aksi bakar ban berlangsung, petugas keamanan kampus sempat datang dan memadamkan api.

Sebanyak 15 mahasiswa bersikap murka atas keputusan rektorat karena tak diproses secara hukum.

“Tuntutan kami pertama membawa pelaku ini ke ranah hukum. Yang kedua memberikan pendampingan psikis untuk korban. Ketiga kampus harus memberikan rasa aman untuk penyintas atau korban,” teriak Kholifah Puteri, perwakilan aliansi mahasiswa yang menggelar aksi.

Menurut peserta aksi, sanksi dosen cabul itu berupa tak naik pangkat dan tak boleh membimbing skripsi selama dua tahun oleh pihak rektorat dinilai tak sepadan dengan penderitaan yang dialami korban.

Aksi para mahasiswa itu tak kunjung ditemui perwakilan rektor.

Sejumlah mahasiswa ngotot untuk masuk ke dalam kantor rektorat. Sempat terjadi aksi dorong antara pengunjuk rasa dengan petugas keamanan kampus.

Namun aksi dorong ini tidak berlangsung lama karena sejumlah perwakilan mahasiswa tersebut akhirnya diizinkan untuk masuk menemui perwakilan rektor.

Atas tuntutan mahasiswa rektorat masih berjanji untuk memproses kasus dosen cabul.

Namun mahasiswa tak begitu saja percaya. Mereka memberikan waktu seminggu.

Jika dalam seminggu kasus ini belum dibawa ke polisi, mahasiswa berjanji akan aksi kembali.

Kasus ini berawal dari seorang oknum dosen IAIN Kediri, inisial MA diduga melakukan perbuatan tidak senonoh kepada mahasiswi pada akhir bulan Juli 2021 lalu, bertempat di rumah oknum dosen tersebut.

Si oknum dosen dijatuhi sanksi berupa penurunan jabatan, tak naik pangkat dan tak boleh membimbing skripsi selama dua tahun.

Sanksi itu diberikan setelah pihak kampus menerima laporan dari mahasiswinya yang mengaku diperlakukan tidak senonoh oleh si oknum dosen inisial MA.

“Pada intinya oknum dosen ini sudah diberikan sanksi, yang dilaporkan korban satu sedang diproses. Bukti-bukti masih perlu dilengkapi dulu. Kejadiannya akhir bulan Juli 2021 langsung ditindaklanjuti oleh PSGA melapor kepada rektor. Dan rektor langsung bersikap, ” terang Sardjuningsih selaku kepala Pusat Studi Gender dan Anak (PSGA), kepada sejumlah wartawan, Senin 23 Agustus 2021, seperti dikutip ngopibareng.

Rektorat IAIN Kediri membenarkan telah menerima laporan tersebut, pihak rektorat sendiri sudah memanggil dan memeriksa oknum dosen yang bersangkutan.

“Yang bersangkutan sudah dipanggil untuk dimintai keterangan,” kata Wahidul Anam, Wakil Rektor III IAIN Kediri. (halim)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *