Penjual Sate asal Modung Bangkalan Pekosa Gadis 14 Tahun

  • Bagikan
ilustrasi

matajatim.idBANGKALAN-Malang nian S, gadis berusia 14 tahun ini harus melepas kegadisannya setelah diperkosa Fadli,22, penjual sate asal Desa Suwa’an, Kecamatan Modung, Bangkalan.

Kronologi ini berawal perkenalan Fadli dengan S yang asal Kecamatan Tanah Merah di aplikasi facebook, dua tahun lalu.

Fadli yang biasa jualan sate di Jakarta merajut perkenalan dengan S. Pembicaraan intens dilanjut via WhatsApp.

Saat PPKM, Fadli pulang ke Modung Bangkalan. Saat di tanah kelahirannya, Fadli mengajak bertemu darat dengan S.

Pertemuan darat itu berlanjut ke rumah bibi Fadli yang lagi kosong di daerah Kecamatan Modung, pada Juli lalu.

Kapolres Bangkalan AKBP Alith Alarino, menerangkan, karena kondisi sepi, tersangka Fadli memaksa S untuk melayani adegan suami istri.

S tentu menolak ajakan Fadli. Tapi Fadli memaksa korban S agar melayani bersetubuh. S tetap menolak. Fadli mengancam akan membunuh korban jika tak bersedia bercocok tanam.

“S yang ketakutan akhirnya berhasil disetubuhi oleh tersangka,” terang Alith kepada Mata Jatim yang menemuinya di Mapolres Bangkalan, Jumat (20/8/2021)

Di luar sepengetahuan S. Perbuatan bejat itu ternyata direkam oleh tersangka Fadli.

Penjual Sate Pekosa Gadis 14 Tahun
Tersangka Fadli saat diperiksa Satreskrim Polres Bangkalan (matajatim)

Beberapa hari kemudian, Fadil kembali memaksa korban untuk bertemu darat dan mengajak untuk bersetubuh.

Tersangka juga mengancam akan menyebar video rekamannya jika menolak. Takut aibnya diketahui orang banyak, korban S akhirnya tak berdaya menuruti kemauan tersangka.

Di aksi yang kedua itu, perbuatan tersangka untuk merekam adegan indehoy diketahui korban. S mencoba menggagalkan dengan cara merebut handphone tersangka.

Tapi korban kalah tenaga yang kemudian di dorong dan dipaksa melayani nafsu birahi tersangka.

“Nah, setelah dua kali persetubuhan tersebut, korban akhirnya melaporkan perbuatan bejat Fadli. Kami yang menerima laporan keluarga korban, kemudian bergerak menangkap pelaku,” sambung Alith Alarino.

“Akibat perbuatannya pasal yang disangkakan yakni pasal 81 ayat 1 uu RI no 17 tahun 2016 tentang penetapan perpu no 1 tahun 2016 tentang perubahan kedua atas uu no 23 ahun 2022 tentang perlindungan anak jo pasal 76 d uu RI no 35 tahun 2014 atas perubahan uu RI 23 tahun 22 tentang perlindungan anak dengan ancaman 5 hingg 15 tahun penjara,” pungkasnya.

Syaiful, Mata Jatim

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *