Demo Keco’ Sapena di Kantor Kecamatan Batang-Batang Sumenep

  • Bagikan
Demo Keco’ Sapena
Ratusan Pemuda Batang-Batang menggelar demonstrasi di halaman Kantor Kecamatan Batang-Batang Kamis (19/8/2021) dengan tagline Keco' Sapena. (matajatim.id)

matajatim.idSUMENEP-Buntut video viral Camat Batang-Batang, Sumenep, Madura, Jawa Timur Joko Suwarno yang memerintah para kades untuk ‘mencuri sapi’ warga yang tak mau divaksin mendapat respon dari ratusan pemuda Batang-Batang.

Mereka menggelar demonstrasi dengan tagline Keco’ Sapena ke Kantor Kecamatan Batang-Batang, Kamis (19/8/2021).

Para pemuda itu datang menaiki sepeda motor dan pikap.

Tiba di halaman kantor kecamatan, mereka membentangkan poster yang bertuliskan “Bupati jangan diam membisu, Camat Wajib Ganti Sapi Warga Hilang, Menghadapi Bersama Hilang Sapi, Camat Arogan Sinyus Apaan, Kami Ingin Camat Baru, Camat Meresahkan.”

Mahmudi, salah satu korlap aksi berdiri di atas pikap sambil berteriak melalui sound system di halaman Kantor Kecamatan. “Camat Batang-Batang tidak punya hati nurani,” teriaknya.

Para demonstran menuntut kepada Bupati Sumenep, Achmad Fauzi agar mencopot Camat Batang-Batang Joko Suwarno

Hingga berita ini tayang, aksi demo di depan Kantor Kecamatan Batang-Batang masih berlanjut dengan dijaga ketat oleh pihak tim Gubungan Polres Sumenep.

BACA JUGA: Demi Vaksinasi, Camat di Sumenep “Perintah Nyuri Sapi”. Tokoh Masyarakat Mengutuk

Sementara itu, masa kerja Camat Batang-Batang, Joko Suwarno tinggal dua bulan.

Menurut amatan Agus-aktivis Sumenep, sanksi untuk Camat Joko Suwarno akan dilakukan Bupati Sumenep meski masa kerjanya tinggal dua bulan.

“Yang pasti sanksi untuk Pak Camat Batang-Batang dari Bupati Sumenep tak lama lagi. Soal bentuk sanksinya apa, biar bupati yang menjelaskan,” ucapnya kepada Mata Jatim, Kamis (19/8/2021).

Sebelumnya, Inspektorat Kabupaten Sumenep dan BKSDM Sumenep kepada media berjanji akan memeriksa Camat Batang-Batang Joko Suwarno atas ucapannya saat Rakor di Kantor Kecamatan yang bikin gaduh masyarakat Sumenep.

Seperti diketahui, Netizen di Sumenep dikejutkan dengan beredarnya video seorang camat di Kabupaten Sumenep sedang rapat lalu memerintah kepada para kades untuk ‘mencuri sapi’ warga yang tak mau vaksin.

Keco’ sapena, oreng-oreng setak endha’ evaksin (curi sapi piaraan warga yang tidak mau divaksin, red),” begitu pernyataan seorang Camat Batang-Batang, Joko Suwarno dalam video yang beredar di sejumlah aplikasi media sosial, Facebook maupun Grup-Grup WhatsApp di Sumenep.

Video Camat Batang-Batang itu tersebar di WAG, dan FB sejak Sabtu (14/8/2021) malam.

Minggu pagi hingga siang hari (15/8/2021). Banyak netizen yang ikut membagikan video si camat itu.

Redaksi Mata Jatim juga menerima kiriman video si camat lengkap dengan komentar Tokoh Masyarakat Batang-Batang yang mengutuk pernyataan Camat Batang-Batang, Joko Suwarno.

Kiai Asyari mengaku prihatin atas pernyataan Camat Batang-Batang Joko Suwarno dengan melontarkan pernyataan di depan tokoh masyarakat dan aparat desa yang melampaui etika dan norma hukum.

Menurut Kiai Asyari, pernyataan Camat Joko Suwarno disampaikan saat acara Rapat Koordinasi di Pendopo Kecamatan Batang-Batang terkait sosialisasi vaksinasi pada hari Jumat (13/8/2021).

“Sebagai tokoh masyarakat Batang-Batang, saya mengutuk pernyataan Pak Camat Batang-Batang. Kegiatan vaksinasi itu tidak harus menganiaya warga atau mencuri sapi warga. Masak iya kepala desa disuruh nyuri sapi. Tolong kepada Pak Camat jangan melampaui aturan-aturan yang ada. Sebagai pimpinan mestinya berbicara secara bijak dan mengerti atas norma-norma yang ada,” terang Kiai Asyari melalui voice note WhatsApp yang dikirim ke Mata Jatim, Minggu siang.

Kiai Asyari juga menyebut dalam acara itu, ada aparat kepolisian dan anggota TNI dari Koramil Batang-Batang yang berada di samping Camat Joko.

Secara terbuka Camat Joko sudah meminta maaf kepada Bupati Sumenep Achmad Fauzi dan masyarakat Sumenep melalui video yang ia bagikan Minggu malam.

“Saya mohon maaf, sekali lagi tidak ada maksud untuk membuat resah masyarakat,” ujarnya.

Bahri, Mata Jatim

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *