Situasi Afghanistan Pasca Dikuasai Taliban; Foto-Foto Perempuan Dicat Ulang

  • Bagikan
Situasi Afghanistan Pasca Dikuasai Taliban
DUA FOTO BERBEDA: Potret seorang pria di Afghanistan tengah menghapus iklan model perempuan. Foto satunya seorang perempuan menuangkan kata-kata lewat mural. (Twitter.com/ @BehrouzBoochani)

matajatim.id-Sejak Istana Kepresidenan Afghanistan di Kabul berhasil diduduki kelompok Taliban pada hari Minggu (15/08/2021).

The Washington Post melaporkan, pemandangan kacau-balau memenuhi Afghanistan, khususnya Bandar Udara Internasional Hamid Karzai di ibu kota Kabul pada Senin (16/8/2021).

Puluhan ribu warga negara Afghanistan dan ekspatriat bergegas melarikan diri ke bandara.

Dikutip dari Al Jazeera, pemerintah Pakistan mengaku mengikuti dengan saksama perkembangan di Afghanistan, ketika para miltan Taliban mengepung ibu kota Kabul dan warga sipil yang panik bersiap untuk kemungkinan pengambilalihan negara oleh Taliban.

The Diplomat melaporkan, limpahan dari Afghanistan meliputi pasukan dan pejabat pemerintah meninggalkan Afghanistan setelah Presiden Afganistan, Ashraf Ghani meninggalkan Kabul pada hari Minggu (15/08/2021).

Kantor berita Reuters mencatat, pada Selasa (17/8/2021), nyaris tidak ada perempuan yang terlihat di jalanan Kabul.

Rekaman dari hari itu menunjukkan orang-orang bersenjata Taliban berpatroli di jalanan dengan mobil, sementara kerumunan penduduk setempat menonton.

Menurut laporan, foto-foto perempuan di pusat bisnis di seluruh kota Kabul telah disobek dan dicat ulang.

China Siap Mengakui Taliban

Menteri Luar Negeri China Wang Yi bertemu dengan pemimpin senior Taliban Mullah Abdul Ghani Baradar dan delegasinya di kota Tianjin sebelum pendudukan Taliban di Istana Keperisidenan di Kabul, Minggu.

The New York Post melaporkan, Menlu Wang menekan Taliban agara bersepakat damai dengan pemerintah Presiden Ashraf Ghani, dan bergabung dengan negara-negara lain, termasuk AS.

Pada saat itu, Wang menekankan Beijing menghormati kemerdekaan Afghanistan dan selalu mematuhi non-intervensi dalam urusan internal negara itu, sambil mengecam intervensi Amerika.

Usai pertemuan itu, Jumat (13/8), Taliban merebut tiga ibu kota provinsi di Afghanistan, termasuk Lashkar Gah di Helmand, seiring pemberontak mengusir pasukan pemerintah.

Menurut US News & World Report, mengutip beberapa sumber intelijen Amerika dan asing.P enilaian baru militer dan intelijen China telah mendorong para pemimpin di Beijing untuk bersiap meresmikan hubungan mereka dengan Taliban,

Siapa Taliban?

Seperti dikutip BBC News, kelompok Taliban muncul pada awal tahun 1990-an di Pakistan utara setelah penarikan pasukan Soviet dari Afghanistan.

Gerakan yang didominasi Pashtun ini diyakini muncul di seminari-seminari keagamaan, yang mengajarkan bentuk garis keras Islam Sunni.

Janji yang dibuat Taliban setelah berkuasa untuk daerah Pashtun yang meliputi Pakistan dan Afghanistan adalah memulihkan perdamaian dan keamanan serta menegakkan Syariah dari versi mereka sendiri atau hukum Islam.

Kehadiran Taliban sempat disambut ketika mereka pertama kali muncul.

Popularitas awal ini disebabkan keberhasilan mereka dalam memberantas korupsi, membatasi pelanggaran hukum dan membuat jalan-jalan serta daerah-daerah di bawah kendali mereka aman untuk perdagangan berkembang.

Di sisi lain, Taliban juga memperkenalkan hukuman sesuai dengan interpretasi ketat mereka terhadap hukum Syariah, seperti eksekusi publik terhadap pembunuh dan pezina yang dihukum, dan amputasi bagi mereka yang terbukti bersalah melakukan pencurian.

Selain itu, laki-laki diharuskan menumbuhkan janggut dan perempuan harus mengenakan burka yang menutupi seluruh tubuh.

Taliban juga melarang televisi, musik dan bioskop, dan tidak menyetujui anak perempuan berusia 10 tahun ke atas pergi ke sekolah.

Atas tindakan itu, mereka dituduh melakukan berbagai pelanggaran hak asasi manusia dan budaya.

Pada tahun 2001, Taliban digulingkan dari kekuasaannya di Afghanistan oleh pasukan pimpinan Amerika Serikat.

Pada tahun 2008, kelompok tersebut memasuki pembicaraan langsung dengan AS. Baru pada Februari 2020, kedua belah pihak mencapai kesepakatan damai di Doha.

Dalam perjanjian itu, AS untuk mundur dan Taliban mencegah serangannya terhadap pasukan AS.

Pesan Taliban Setelah Menguasai Afghanistan

Konferensi pers pertama digelar Selasa (17/8/201). Juru bicara Taliban, Zabihullah Mujahid mengatakan,
“Kami tidak menginginkan musuh internal atau eksternal,” ujar Mujahid, dilansir BBC, Rabu (18/8).

Bagi sebagian besar jurnalis yang menghadiri konferensi pers tersebut, ini adalah pertama kalinya mereka melihat wajah Mujahid.

Selama bertahun-tahun Mujahid telah beroperasi dalam bayang-bayang. Selama ini, hanya suara Mujahid saja yang terdengar di ujung telepon.

Wartawan BBC Yalda Hakim mengatakan, dia mengaku terkejut melihat wajah seorang pria yang telah berbicara dengannya selama lebih dari satu dekade. Mujahid menjawab pertanyaan pertama dari seorang jurnalis wanita dan berusaha untuk menggunakan nada perdamaian.

Hakim mengatakan, pernyataan Mujahid bertolak belakang dari beberapa pesan yang dia terima selama ini.

“Beberapa pesan ini berisi pesan Islam garis keras. Beberapa Anda berpikir: ‘Orang ini akan membunuh (pasukan) Amerika, dia haus darah untuk siapa pun di pemerintahan Afghanistan.’  Kemudian hari ini dia duduk di sana dan mengatakan tidak akan ada pembalasan,” kata Hakim.

“Selama bertahun-tahun dia telah mengirimkan pernyataan yang berkaitan dengan kekerasan dan pembunuhan, dan sekarang dia tiba-tiba menyatakan cinta damai?,” ujar Hakim menambahkan. (**)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *