Resmi, PPKM Kembali Diperpanjang Hingga 23 Agustus

  • Bagikan

matajatim.idJAKARTA-Pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) di Jawa-Bali kembali diperpanjang hingga 23 Agustus 2021.

Keputusan itu disampaikan Menteri Kordinator bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan dalam paparan media yang digelar virtual, Senin (16/8/2021).

Perpanjangan PPKM Level 4 kali ini merupakan kebijakan pembatasan kegiatan masyarakat yang telah diterapkan selama empat pekan terakhir.

Penerapan PPKM Darurat sejak 3-20 Juli lalu usai ada lonjakan kasus Covid-19.

Kemudian pemerintah menggunakan istilah PPKM Level 4 pada 20-25 Juli, berlanjut pada 26 Juli-2 Agustus, 3-9 Agustus, 10-16 Agustus dan 17-23 Agustus merupakan perpanjangan kelima.

Seperti diketahui, pada perpanjangan PPKM Level 4 pada 9 Agustus kemarin, ada pelonggaran di berbagai sektor. Salah satunya pemerintah melakukan uji coba pembukaan mal dengan kapasitas 25 persen.

Selain itu, syarat untuk kunjungan ke mal juga diwajibkan melakukan vaksin terlebih dulu, dengan minimal dosis pertama.

Sementara itu, Presiden Joko Widodo (Jokowi) sempat menjelaskan bed occupancy rate selama PPKM ini berlangsung. Jokowi menyebut BOR nasional ada pada angka 48 persen.

“Maka PPKM Level 4, 3, dan 2 di Jawa-Bali akan diperpanjang sampai 23 Agustus,” kata Luhut dalam kesempatan tersebut.

“Alhamdulillah BOR di Jakarta sudah berada di kisaran 29,4 persen, di Jawa Barat 32 persen, di Jawa Tengah 38,3 persen, di Jawa Timur 52,3 persen,” kata Jokowi dalam siaran YouTube Sekretariat Presiden, Minggu (15/8).

“Di Banten 33,4 persen, di DIY 54,7 persen juga BOR di Wisma Atlet yang juga sudah turun di angka 19,64 persen,” tutur dia.

Presiden Joko Widodo saat membacakan Pidato Tahunan MPR di Gedung MPR/DPR Senayan, Senin (16/8/2021). Sempat membahas soal bantuan dan subsidi kuota internet untuk pendidikan, seiring dengan masih berjalannya PPKM (PPKM diperpanjang).

Menurut Jokowi, karena pandemi yang belum kunjung selesai, pemerintah masih menerapkan pengetatan dan mobilitas masyarakat tiap satu minggu melalui PPKM.

“Pengetatan mobilitas yang tidak bisa dihindari membuat pemerintah harus memberikan bantuan sosial yang lebih banyak dibanding situasi normal,” kata Jokowi yang mengenakan baju hitam dan ikat kepala khas suku Baduy luar tersebut.

“Subsidi kuota internet untuk daerah-daerah PPKM juga diberikan semaksimal mungkin kepada tenaga pendidikan, murid, mahasiswa, guru, dan seterusnya,” kata Jokowi.

Selain itu, bantuan sosial lain yang juga diberikan oleh pemerintah juga mencakup Program Keluarga Harapan (PKH), kartu sembako, diskon listrik, subsidi gaji, bantuan produktif usaha mikro, bantuan sosial tunai, BLT, dana desa, dan program kartu prakerja. (**)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *