Cerita Kakak Ipar Nodai Adik Ipar yang Masih Gadis

  • Bagikan
Kakak Ipar Nodai Adik Ipar yang Masih Gadis
ilustrasi

matajatim.idBANYUWANGI-Tega benar si kakak ipar hingga menodai si adik ipar yang masih gadis.

Sebut saja nama si adik ipar bernama Mawar, umur 14 tahun.

Sahrin, umur 30 tahun, si kakak Ipar melakukan perbuatan amoralnya sejak akhir Mei 2021 di rumah korban di Desa/Kecamatan Kabat, Banyuwangi.

Perbuatan si kakak ipar dilakukan berulangkali.

Sebelum kejadian itu, si kakak ipar Sahrin sempat merayu si adik untuk indehoy saat bertemu korban di suatu tempat pada April 2021.

Sahri mengimingi korban dengan uang dan berjanji akan menikahi korban jika sampai korban hamil.

Si adik ipar menolak ajakannya.

Suatu malam, sekitar pukul 23.00 WIB pada akhir Mei 2021,si kakak ipar masuk ke dalam kamar korban dengan menyelinap masuk melalui lubang dinding rumah korban yang dibuat dari anyaman bambu.

Rumah si kakak ipar masih berdekatan dengan rumahnya.

“Setelah tersangka bertemu dengan korban, nafsu birahi tersangka tidak terbendung dan langsung menyetubuhi korban secara paksa,” jelas Kasubag Humas Polresta Banyuwangi, Iptu Lita Kurniawan, Jumat, 13 Agustus 2021.

Puas melampiaskan birahinya. Si kakak ipar pulang melalui lubang dinding rumah awal masuk.

Sebelum pulang, pelaku sempat memberikan sebesar Rp100.000, pada korban.

Enam hari setelah kejadian itu, tersangka membelikan korban boneka yang dijanjikannya.

Si kakak ipar juga kerap memberikan uang jajan agar korban tidak melapor ke orang tuanya.

Setelah perbuatan pertamanya berjalan lancar, pelaku terus mengulanginya.

Sejak saat itu, setidaknya seminggu sekali pelaku menyetubuhi korban.

“Tersangka juga kembali memberikan uang kepada korban setiap kali melakukan perbuatannya,” ujar Lita seperti dikutip ngopibareng.

Suatu waktu saat pintu rumah korban terbuka. Si kakak ipar langsung menuju kamar korban.

Si kakak kembali menyampaikan untuk melakukan hubungan badan dengan korban.

Dia menjanjikan akan membelikan boneka panda.

Sesaat kemudian, tersangka memaksa korban untuk melayaninya. Setelah birahinya terpuaskan, tersangka pulang ke rumahnya.

“Setelah kejadian pertama itu, secara rutin 2 kali dalam seminggu Tersangka menyetubuhi korban sampai terakhir kali persetubuhan dilakukan pada hari Rabu, 7 Juli 2021,” kata Lita.

Lama kelamaan perbuatan bejat dua pria ini terbongkar.

Ayah korban langsung melaporkan kejadian ini ke polisi. Dari laporan tersebut, polisi menangkap kedua tersangka pada Kamis, 12 Agustus 2021.

Dalam laporan itu, ada dua pelaku. Samsul Aripin, 43 tahun, dan si kakak ipar korban, Sahrin, 30 tahun.

Keduanya tercatat sebagai warga Desa/Kecamatan Kabat, Banyuwangi.

Para pelaku kini sudah diamankan petugas Kepolisian untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

“Tersangka kita jerat Pasal 81 Ayat (2) Undang-undang nomor 17 Tahun 2016 Tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang nomor 1 Tahun 2016 Tentang Perubahan Kedua Atas Undang-undang nomor 23 tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak Menjadi Undang-Undang,” tegasnya. (**)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *