Rp 2,9 Miliar untuk 500 Peserta Wirausaha Muda Santri di Sumenep

  • Bagikan
Wirausaha Muda Santri di Sumenep
Peserta pelatihan otomotif dalam mencetak Wirausaha Muda Santri yang bertempat di BLKK Ponpes Annuqayah, Guluk-Guluk Sumenep (FOTO:dokdisparbudpora)

matajatim.id-SUMENEP-Santri Millenial Entrepreneur. Itulah tagline kegiatan wirausaha muda santri yang menjadi salah satu program Fauzi-Eva pada Pilkada 2020 lalu untuk mencetak santri berjiwa wirausaha.

Kegiatan ini sudah dilaunching Bupati Sumenep Ach. Fauzi pada Senin 12 Juli lalu.

Apa saja kegiatan Santri Millenial Entrepreneur itu? Berapa peserta dan anggarannya?

Berdasar alokasi APBD Sumenep 2021, tertuang kegiatan wirausaha muda santri sebesar Rp 2,9 miliar.

Syaifuddin Anshari, Plh Kabid Pemuda Olahraga Disparbudpora Sumenep, mengatakan, program wirausaha muda santri diikuti 500 santri utusan berbagai pesantren dan desa di Sumenep.

Katanya, kegiatan mencetak wirausaha muda santri di Sumenep ini dilakukan di empat plasma yang melibatkan Balai Latihan Kerja Komunitas (BLKK) di sejumlah pondok pesantren dan lembaga yang memiliki tempat pelatihan di Sumenep.

“Peserta wirausaha muda santri merupakan utusan dari pondok pesantren dan desa untuk pengembangann BUMDes. Jenis pelatihan meliputi, digital marketing dan otomotif; desain animasi; produk pangan; dan pelatihan skill individu.,” terang Syaifuddin, Kamis (12/8/2021).

Plasma I Pelatihan Digital Marketing dan Otomotif

  1. BLKK Ponpes Al-Amien, Pragaan. (Digital Marketing)
  2. BLKK Ponpes Annuqayah, Guluk-Guluk (Sistem Electronik Fuel Injekction-EFI)
  3. BLKK Nurul Islam, Bluto. (Digital Marketing)
  4. BLKK Alhidayah, Arjasa. (Digital Marketing)
  5. BLKK Yayasan Fatimah binti Ghozan, Manding. (Digital Marketing)

Dikatakan, setiap BLKK ini menggelar pelatihan dua sesi. Sesi pertama sebanyak 16 peserta. Kemudian dilanjut dengan sesi kedua dengan jumlah peserta 16 orang.

“Pelatihan dibuat selama 7 hari,” tambah Syaifuddin.

Menurutnya, peserta pelatihan diambil dari sekitar lokasi BLKK. Jika peserta dari Pragaan bisa ikut ke BLKK Ponpes Al-Amien, Pragaan. Begitu peserta yang lain mengikuti lokasi BLKK sekitar.

“Total peserta pelatihan di 5 BLKK ini ada 160 peserta wirausaha muda pesantren yang diambil dari sekitar lokasi BLKK. Seperti, ,” sambungnya.

Plasma II: Pelatihan Desain dan Animasi

Lokasi pelatihan wirausaha muda santri ini bertempat di kampus Unija, Patean.

Peserta utusan pesantren dan desa dari 15 kecamatan wilayah daratan.

“Jumlah peserta 75 orang. Dibagi tiga sesi. Per sesi 25 peserta. Pelatihan selama 5 hari,” tutur Syaifuddin.

Plasma III: Pelatihan Manajemen Produk Pangan.

Jumlah peserta pelatihan wirausaha muda santri bidang ini sebanyak 140 orang.

Pelatihan terdiri dari teori dan praktek.

“Pemaparan teori bertempat di hotel de BAGHRAF selama 3 hari. Selama 4 hari praktek lapangan bertempat di Pusat Produk Pangan, yaitu Lapangan Outdor di masing masing lembaga dari peserta pelatihan dengan produk pangan unggulannya,” terang Syaifuddin.

Plasma IV: Pelatihan Perkuatan Skill

  1. Budidaya Tanaman Hidroponik. Pelatihan ini ditempatkan di Bengkel Hindroponik Banselok. Pesertanya 15 orang selama 5 hari.
  2. Pelatihan Mengukir. Ada 10 peserta yang ditaruh di Pusat Ukir Karduluk. Pelatihan dilakukan selama 7 hari.
  3. Pelatihan Membatik. Ada 20 peserta yang ditempatkan di Pusat Kerajinan Batik Canteng Koneng daerah Pakondang, Rubaru. Masa pelatihan selama 20 hari.
  4. Pelatihan Menjahit dilakukan selama 20 hari dengan jumlah peserta 20 orang. Lokasi pelatihan bertempat di BLK Sumenep.
  5. Pelatihan Budidaya Pisang Cavendish

“Ada 60 peserta yang ikut Budidaya Pisang Cavendish. Dibagi dua sesi. Tiap sesi diikuti 30 peserta. Pelatihan Cara Budidaya Pisang Cavendish dilakukan selama 2 hari. Pengenalan teori di hotel selama 5 jam. Lalu dilanjut di lapangan outdor Balai Pertanian Ganding,” ucap Syaifuddin.

Dari pelatihan itu, kata Syaifuddin, Disparbudpora akan melakukan evaluasi dengan berbasis data online.

Evaluasi report dilakukan secara reguler 3 bulan sekali atau semesteran

Dari hasil evaluasi itu, Disparbudpora akan memilih peserta terbaik dari masing masing lokasi pelatihan untuk dibuatkan dalam satu tim holding sistem santri entrepreneur.

“Puncak kegiatan akan dilaunching melalui workshop online yang direncanakan bekerjasama dengan Rumah Kreatif milik PLN sebagai sentra pemberdayaan wirausaha muda pemula berbasis santri,” papar Syaifuddin.

Saat ini, Dsiparbudpora Sumenep sedang mempersiapkan perangkat dan aplikasi workshop online Santri Millenial Entrepreneur. Termasuk operator pelaksana yang diambil dari peserta yang dilatih.

“Dari total anggaran pelatihan wirausaha muda santri yang diambil APBD sebesar Rp 2,9 miliar, setelah dirancang, kemungkinan hanya bisa diserap sekitar 2 miliar. Kemungkinan bisa berkurang dari Rp 2 miliar,” pungkas Syaifuddin.

hambali rasidi

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *