Kisah Penembak Tak Dikenal di Bangkalan Yang Disulut Api Asmara

  • Bagikan
Kisah Penembak Tak Dikenal di Bangkalan
Penembak Tak Dikenal yang bikin warga Bangkalan geger berhasil diringkus Polres Bangkalan dan Polda Jatim gegara tersulut api asmara. (matajatim.id/syaiful)

matajatim.idBANGKALANPenembak tak dikenal di Perum Kailas, Dusun Karang Pandan, Desa Sukolilo Timur, Kecamatan Labang, Kabupaten Bangkalan, Madura, Sabtu malam (7/8/2021) ternyata disulut api asmara.

Polres Bangkalan dan Ditreskrimum Polda Jatim berhasil meringkus pelaku dalam waktu singkat.

Dalam rilis di Polres Bangkalan Kamis siang (12/8/2021). Ada tiga pelaku yang ditangkap polisi.

Terungkap SY (33) warga Sawahan Surabaya sebagai pelaku utama penembakan.

Sedangkan DD (34) warga Dukuh Pakis Surabaya dan FZ (35) warga Kraton, Bangkalan juga diringkus karena ikut terlibat membantu pelaku SY.

Dari tangan salah seorang pelaku, polisi menyita sepucuk senjata api rakitan.

Ketiga tersangka langsung dihadirkan dalam jumpa pers di Polres Bangkalan.

Hadir dalam rilis itu, Kapolda Jatim Irjen Nico Afinta beserta pejabat utama.

“Kami mengapresiasi kepada jajaran Polres Bangkalan dan Ditreskrimum Polda Jatim sehingga kasus ini bisa terungkap dengan cepat,” ujar Nico didampingi Kapolres Bangkalan, AKBP Alith Alarino.

Ketiga tersangka juga dihadirkan bersama sejumlah barang bukti di antaranya sepucuk senjata api (senpi) rakitan jenis revolver berikut 7 butir peluru kaliber 38.

Dalam keterangannya, Kapolda Nico menjelaskan, peristiwa penembakan itu terjadi pada Sabtu (7/8/2021). TKP berada di Perum Kailas, Labang, Bangkalan sekitar pukul 22.00 WIB.

Kapolda mengungkapkan, ketiga pelaku mempunyai peran berbeda. SY berperan sebagai eksekutor penembakan.

DD berperan memutus kabel Wifi di sekitar lokasi penembakan, dan FZ berperan sebagai pencari informasi keberadaan korban sekaligus memberitahu lokasi korban ketika hendak dieksekusi.

“Motif sementara dari peristiwa penembakan adalah asmara, namun kami akan mendalami kembali. Tersangka SY merasa sakit hati setelah diketahui berhubungan dengan istri korban hingga melakukan penembakan,” ungkap Nico.

Korban diketahui ditembak 2 kali dari jarak sekitar 3 meter. Meski begitu, tembakan hanya mengenai bahu korban.

“Sedangkan tembakan yang mengarah ke kepala meleset. Korban kemudian pura-pura tewas agar tak di tembak lagi,” terangnya.

“Beruntung korban masih hidup dan segera mencari pertolongan,” tambah Nico saat di halaman Mapolres Bangkalan, Madura, Kamis (12/8/2021).

Dari pengakuan tersangka senjata itu dibeli secara online.

Polisi juga menyita sebuah kaos berlobang bekas tembakan, satu rompi warna biru, 1 unit sepeda motor Vario warna hitam, sebuah helm warna hitam, dan sebuah ponsel berwarna hijau.

“Saat ini kami tengah mendalami asal senpi rakitan itu dan mendalami motif serta melakukan pemeriksaan kepada isteri korban. Sebab tidak menutup kemungkinan masih ada tersangka lainnya yang terlibat,” paparnya.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *