Kiai Ponpes di Ponorogo Jadi Tersangka Dugaan Pencabulan 4 Santriwati

  • Bagikan
4 Santriwati Korban Pencabulan Kiai
ilustrasi

matajatim.idPONOROGO– Kiai MM, usia 52 tahun, salah satu Pengasuh Ponpes (Pondok Pesantren) yang berlokasi di Kecamatan Babadan, Kabupaten Ponorogo, menjadi tersangka asusila karena diduga mencabuli 4 santriwatinya.

Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Sat Reskrim Polres Ponorogo mengumumkan status tersangka Kiai MM pada hari Senin (9/8/2021).

Sayang, polisi belum bisa membeber modus dugaan pencabulan kiai Ponpes itu.

“Kami masih mendalami modusnya. Masih kami periksa secara intensif. Status terlapor sudah tersangka,” terang Kanit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Ponorogo Iptu Gestik Ayudha kepada wartawan, Selasa (10/8/2021).

Awal Kasus Terungkap

Dugaan tindakan tak terpuji Kiai MM itu terungkap saat salah satu korban yang masih di bawah umur mengadu ke keluarganya.

Pihak keluarga kemudian melapor ke Unit PPA Polres Ponorogo untuk ditindaklanjuti.

IPTU Gestik menegaskan, berdasar sejumlah keterangan sementara, baik dari saksi maupun terlapor, dugaan pencabulan yang dilakukan Kiai MM sejak awal tahun 2021.

Untuk sementara jumlah korban ada 4 santriwati. Kemungkinan bisa bertambah.

Dari keempat korban diketahui 1 anak masih dibawah umur dan 3 lainnya perempuan dewasa.

“Untuk  korban pencabulan dalam kasus dengan terlapor kai MM, diakuinya sementara ada 4 orang. 1 orang merupakan anak di bawah umur,” tambah Gestik.

Keluarga keempat santriwati yang menjadi korban rudapaksa itu, tidak terima dengan perlakuan cabul yang diduga dilakukan pengasuh pesantren putrinya.

Upaya penyelidikan pun dilakukan.

Salah satu langkah yang dilakukan polisi meminta keterangan dari para saksi sekaligus korban. Mereka mengaku kepada polisi bahwa tindak asusila itu sudah terjadi lama. Tepatnya awal tahun 2021.

Polisi terus melakukan penyelidikan secara intensif terhadap kiai yang menjadi salah satu pengasuh Ponpes itu.

Kiai MM Jadi Tersangka

Keterangan dari para korban pun dijadikan dasar polisi untuk menginterogasi Kiai MM.

Polisi memanggil Kiai MM untuk diperiksa di Mapolres Ponorogo hingga akhirnya ditetapkan sebagai tersangka dugaan pencabulan.

“Pemeriksaan belum selesai dan sekarang sudah penetapan sebagai tersangka,” ujar Gestik kepada wartawan.

Karena alasan penyidikan, Gestik belum bersedia menjelaskan modus dari dugaan pencabulan itu.

Gestik menyatakan bahwa informasi lebih lanjut tentang kasus Kiai MM akan disampaikan di kemudian hari.

“Iya, itu nanti ya,” ucap Gestik menjawab pertanyaan wartawan tentang modus dugaan pencabulan kepada 4 santriwati, sembari Gestik menyatakan pendampingan kepada 4 korban belum dilakukan oleh pihak Pemkab Ponorogo. (halim)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *