Blok Rokan, Nasibmu

  • Bagikan
Blok Rokan
Blok Rokan

matajatim.id-Selamat Datang Blok Rokan. Apapun namanya, apakah itu sewanya habis, perjanjian kerja habis, selesai pengelolaan, ataupun berakhirnya sebuah kontrak karya.

Atau dengan bahasa yang lebih heroik; berhasil direbut kembali atau kembali kepangkuan ibu pertiwi.

Apapun, silahkan. Dipilih dan dibuat otot-ototan untuk diperdebatkan.

Yang pasti per pukul 00:01 WIB 9 Agustus 2021, pengelolaan Wilayah Kerja Rokan sudah berpindah tangan, dari PT Chevron Pacific Indonesia (CPI) ke PT Pertamina Hulu Rokan (PHR).

Sejatinya ini sejarah besar, namun kemeriahannya di media tertahan oleh pengumuman mingguan perpanjangan PPKM.

Terkonfirmasi di beberapa media, sebelum dalam pengelolaan CPI, Blok Rokan sebenarnya ditemukan dan dikelola oleh Caltex. Berada di belahan Provinsi Riau, sebagai Wilayah Kerja Minyak Bumi, blok ini tercatat  tertua dan terbesar di Asia Tenggara.

Dari survei geologi sejak 1864, first productions terjadi pada 1951 dan 1958  di dua lokasi berbeda, dan kontrak karya di mulai pada 1963. Memiliki wilayah kerja seluas 6.264 km2, Caltex pernah mencatatkan raihan produksi tertinggi pada 1973.

Hampir di angka 1 juta barel per hari, tercatat dalam sejarah dan raihan ini belum pernah terulangi. Adapun rata-rata kontribusi produksi Blok Rokan sejak berproduksi sampai awal pandemi di 2020 berada kisaran 46% dari keseluruhan produksi nasional.

Besaran ini cukup luar biasa dan kontribusinya pun cukup signifikan untuk  pertumbuhan dan perkembangan ekonomi  nasional.

Tantangan besar sekarang ada di Pertamina melalui PHR. Masyarakat tentu mempunyai harapan lebih atas nasionalisasi pengelolaan minyak bumi ini, dari yang sebelumnya dan selama ini oleh perusahaan asing, sekarang oleh para jawara minyak bumi anak negeri.

Dengan dukungan PLN yang sekaligus menjadi pembuktian PLN atas kemampuannya mengelola dan  memenuhi kebutuhan listrik wilayah migas skala besar, PHR tentunya dituntut untuk dapat berbuat lebih dibanding CPI.

Apapun, khalayak pasti akan membuat perbandingan sebelum dan sesudah. Utamanya adalah perbandingan kebermanfaatan perpindahan pengelolaan dari CPI ke PHR. Meskipun personal yang ada di CPI dan PHR  dimungkinkan sedikit saja terjadi perubahan, masyarakat tidak akan terlalu memperhatikan hal ini.

Masyarakat menunggu realita kinerja setelah perubahan pengelola.

Masyarakat tidak cukup nyaman hanya dengan disodori kebanggaan bahwa ada sebuah mega aktivitas ekonomi telah kembali ke pangkuan ibu pertiwi.

Capaian-capaian PHR di atas kertas nantinya, apakah itu berbunyi efisiensi, efektifitas, potensi dan peningkatan produksi, kontribusi pada pendapatan nasional ataupun pertumbuhan ekonomi, rasanya juga masih belum akan memuaskan masyarakat.

Perlu sesuatu yang lebih riil yang bersinggungan dengan kepentingan masyarakat banyak, yang bermanfaat bagi masyarakat banyak. Inilah tantangan terberat bagi PHR.

Ekonografik Blok Rokan

Tiga hal penting yang harus diperhatikan; eksternalitas positif, serapan tenaga kerja, dan kemampuan menahan kenaikan harga.

Pergantian pengelolaan harus membawa akibat munculnya aktivitas-aktivitas ekonomi positif dalam masyarakat disamping juga harus mampu menjadi solusi alternatif penyerapan tenaga kerja dalam masyarakat, terlebih dimasa pandemi seperti saat ini.

Yang terakhir, sebagai salah satu indikator makro ekonomi, terhitung sejak 9 Agustus 2021, akan bertahan berapa lamakah untuk tidak terjadi kenaikan harga bahan bakar minyak?

Mencermati fakta yang demikian, sesungguhnya tidaklah mudah, tantangan sudah ada di depan mata. Tidak cukup sekedar memberitakan bahwa kita harus bangga karena para anak bangsa sudah merdeka untuk mengelola.

Terus, kita semua harus bilang wow gitu?

Tidak, minimal tidak sekarang, semua warga negara akan bilang wow kalau memang kinerja dan capaian PHR lebih baik dari CPI.

Selamat Berjuang Selamat Berkarya PHR, ciptakanlah dan buatlah seluruh masyarakat negeri ini mendapat manfaat dan masyarakat bersuara wow untuk PHR.

Salam. (Bambang Budiarto, Pengamat Ekonomi ISEI Surabaya, Dosen Ubaya)

sumber:kempalan.com

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *