Ragu Penundaan Pilkades 2 Bulan Lagi, Kepala DPMD Sumenep Jawab Begini….

  • Bagikan
Pilkades Ditunda 2 Bulan Lagi
Moh. Ramli Kepala DPMD Sumenep

matajatim.idSUMENEP-Kabupaten Sumenep salah satu daerah di Jawa Timur yang ikut menunda gelaran Pilkades Serentak 2021 gegara PPKM Darurat.

Kepastian batas penundaan itu mulai ada titik terang setelah Kementerian Dalam Negeri mengeluarkan Surat Edaran terkait penundaan gelaran Pilkades Serentak dan PAW di masa Pandemi Covid-19.

Melalui surat Nomor 141/4251/SJ tertanggal 9 Agustus 2021. Mendagri, Tito Karnavian memerintahkan kepada Bupati/Walikota sebagai Pelaksana Pilkades Serentak dan PAW di seluruh Indonesia agar menunda pelaksanaan Pilkades Serentak dan PAW dalam kurun waktu dua bulan sejak surat ditetapkan

Namun, surat Mendagri itu masih menjadi tanda tanya publik. Sebab, surat itu hanya beredar di media sosial tanpa ada institusi resmi yang menyatakan soal penundaan Pilkades Serentak 2021 dalam kurun waktu dua bulan lagi.

Suudin salah satu aktivisi asal Pulau Kangean, Sumenep mempertanyakan kebenaran penundaan Pilkades Sumenep dalam kurun waktu dua bulan lagi.

“Ini penundaan belum ada lembaga resmi yang merilis,” tulis Suud yang diterima redaksi Mata Jatim, Senin malam (9/8/2021).

Mata Jatim mencari klarifikasi kepada Kepala DPMD Sumenep, Moh. Ramli soal keabsahan SE Mendagri Tito Karnavian itu.

M Ramli membenarkan surat penundaan Pilkades Serentak 2021 dalam kurun waktu dua bulan sebagaimana disebutkan dalam surat Nomor 141/4251/SJ tertanggal 9 Agustus 2021.

“Iya benar suratnya,” begitu jawaban singkat Ramli saat dikonfirmasi kebenaran surat Mendagri itu pada Senin (9/8/2021).

Ramli tak banyak memberi penjelasan. Dia hanya mengirim salinan Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 30 Tahun 2021 tertanggal 9 Agustus 2021.

Isi Inmendagri itu berisi aturan perpanjangan PPKM Level 4,3 dan 2 di wialayah Jawa-Bali hingga 16 Agustus 2021.

Seperti diketahui, Mendagri, Tito Karnavian mengirim surat kepada walikota dan bupati sebagai penyelenggara Pilkades Serentak 2021 agar menunda dua bulan lagi. Sebagaimana tertuang pada poin 5 huruf a, yang berbunyi, “menunda pelaksanaan tahapan pemilihan Pilkades baik Serentak maupun PAW yg berpotensi menimbulkan kerumunan, seperti kampanye nomor urut, dalam kurun waktu 2 bukan sejak surat ini ditandatangani atau ditetapkan kebijakan lebih lanjut,”  tulis surat yang diterima redaksi Mata Jatim, Senin (9/8/2021).

Kabupaten Sumenep semula menjadwal pemungutan suara Pilkades untuk 86 desa digelar 8 Juli 2021.

Berhubung ada Inmendagri untuk menunda karena masa PPKM Darurat 2 Juli 2021 hingga diperpanjang sampai 16 Agustus.

Kepala DPMD Sumenep M Ramli sebelum SE Mendari Nomor 141/4251/SJ tertanggal 9 Agustus 2021 turun, menyatakan, pelaksanaan Pilkades Sumenep akan digelar setelah ada kepastian kebijakan baru dari pemerintah pusat. (**)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *