Tak Tahan Dengan Omelan, Menantu Menganiaya Mertua

  • Bagikan
Menantu Menganiaya Mertua
Ilustrasi

matajatim.idJAKARTA-Gegara jengkel. Menantu menganiaya mertua dengan linggis. Selama 20 hari merenggang kesakitan, akhirnya mertua meninggal dunia.

Kanit Reskrim Polsek Cengkareng, Jakarta Barat, Iptu Bintang mengatakan, penganiayaan terjadi di rumah kos di kawasan Cengkareng.

Antara korban dan pelaku tinggal di kosan yang sama hanya beda kamar.

“Mereka sams-sama tinggal di kos-kosan cuma beda kamar,” kata Bintang saat dihubungi, Rabu (4/8).

Pria berinisial A tega menganiaya Suyono, mertuanya sendiri, pada Rabu (7/7) dini hari.

Berdasarkan pengakuan pelaku, penganiayaan ini dilakukan karena pelaku merasa sakit hati kepada korban atas ucapan mertuanya.

“Hasil penyelidikan dari awal bapak mertua atau korban kurang merestui pernikahan antara anaknya dengan pelaku. Kedua, ada sedikit omongan yang kurang enak dari bapak mertua,” imbuh Bintang.

Hubungan pelaku dengan korban memang tidak harmonis sejak lama. Korban awalnya tidak merestui anaknya menikah dengan pelaku.

Bintang menambahkan bahwa dalam sehari-hari korban kerap menyinggung status pelaku yang masih menganggur. Hal itu membuat pelaku marah dan kesal dengan korban.

“Saat itu mertuanya bilang sudah lama nikah, ‘kok, kamu enggak punya apa-apa’. Karena kan terakhir kali dia (pelaku) pengangguran enggak punya pekerjaan,” ujar Bintang.

Pada akhirnya, pelaku menghantam korban dengan linggis pada Rabu dini hari.

Warga yang melihat peristiwa itu, berusaha melerai. Namun, setelah mendapat perawatan intensif selama 20 hari korban meninggal.

Sedangkan pelaku kabur.

“Ini bukan pembunuhan, tapi penganiayaan menyebabkan kematian karena dipukulnya pakai linggis di bagian kepala belakang. Jadi ada selang waktu 20 hari dari semenjak kejadian baru korban meninggal,” tambah Bintang, Kamis.

Setelah mendapat laporan polisi, Polsek Cengkareng akhirnya berhasil membekuk pelaku di tempat persembunyiannya daerah Kalideres, Jakarta Barat.

“Pada 28 Juli 2021 tersangka kami tangkap di pemancingan Kampung Gagah. Proses penyelidikan lebih lanjut berjalan,” ujar Bintang.

Atas perbuatannya, pelaku dikenakan Pasal 351 KUHPidana tentang Penganiayaan dengan ancaman hukuman penjara maksimal tujuh tahun. (jawapos.com)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *