Akhudiat; Seniman Terkemuka Jatim, Wafat

  • Bagikan
Akhudiat Wafat
Almarhum Akhudiat, Dramawan, Penyair, Cerpenis terkemuka di Jawa Timur.

matajatim.idSURABAYAInnalillahi wa inna illaihi rajiun… telah berpulang ke Rahmatullah Bapak Akhudiat (dramawan, penyair, cerpenis), Sabtu (7/8/201) jam 07.00, di rumahnya, Jl Gayungsari, Surabaya.

“Semoga almarhum husnul khatimah,” begitu kabar duka yang terkirim di grup-grup Wahtsapp wartawan dan seniman Indonesia Sabtu pagi.

Testimoni pun muncul di beranda-beranda facebook dari tokoh seni.
Syaf Anton menulis di beranda facebooknya untuk mengenang almarhum Akhudiat.
Nama tokoh ini sudah tidak perlu diurai lagi, karena sastrawan, seniman, dramawan ini sudah cukup menanamkan jasa dan menguatkan kehidupan kesenian di tanah air. Selamat memasuki dunia baru Pak Diat, Allah akan selalu memberi jalan lapang di alam sana,” tulisnya.

Penyair muda asal Madura, Ibnu Hajar juga memberi testimoni tentang sosok almarhum.

Dia menulis di beranda facebooknya dengan ungkapan, “Innalilahi wa innailaihi rojiun ……Selamat jalan seniorku Akhudiat, Aku akan selalu mengenangmu sebagai seorang penulis Indonesia, terutama menulis drama atau naskah lakon/skenario, juga menulis cerita pendek dan puisi,” tulis Ibnu Hajar.

Doa kami mengiringi kepergiamu menghadap Yang Maha Segalanya,” sambungnya.

Secara pribadi, Ibnu mengurai sosok almarhum Akhudiat adalah sebagian di antara seniman terkemuka yang ada di Surabaya.

“Saya mengenal Akhudiat sejak tahun 1995 waktu itu di bengkel muda Surabaya, Bahakan, saya sering bertemu dengan dia di beberapa acara kesenian. Akhudiat bagi saya adalah seorang seniman multi talenta,” tulisnya yang  saat diminta komentar secara pribadi tentang sosok almarhum.

Ibnu mengaku mengenal kali pertama almarhum karena karyanya yang muncul di majalah sastra Horison pada tahun 1984 .

“New York Sesudah Tengah Malam adalah cerpen yang ditulis Akhudiat, pegiat Bengkel Muda Surabaya, diterima di blantika sastra nasional. Semenjak itu saya takjub dan mengenalnya,” terang penyair yang kental dengan sajak-sajak melankolisnya.

Menurut Ibnu, Akhudiat merupakan seniman yang menggagas apa yang disebut “teater jalanan” pada 1970-an di Surabaya.

“Itu sebuah ide tentang “panggung kosong”, bahwa panggung hanyalah kepura-puraan. Karya lainnya Pengidung keliling bernama Markeso yang terkenal sebagai pengamen ludruk garingan di Surabaya, dan Lakon “Grafito”. Itu di antara wujud karya dari gagasan almarhum,” urai Ibnu mengenang karya-karya almarhum.

Akhudiat memang terkenal sebagai penulis naskah drama pada tahun 1970-an.

Almarhum lahir di desa Karanganyar, Kecamatan Rogojampi,  Banyuwangi, Jawa Timur, 5 Mei 1946.

Bebera[a daskah drama yang ditulis almarhum banyak yang memenangkan hadiah Sayembara Penulisan Drama DKJ, seperti Graffito (1972), Rumah tak Beratap Rumah Tak Berasap dan Langit Dekat dan Langit Sehat (1974), dan Bui (1975).

Nama lengkap sastrawan ini adalah Drs. Haji Akhudiat atau lebih dikenal dengan nama Akhudiat. Bahkan, orang-orang yang telah akrab dengannya hanya memanggil Diat saja. (**)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *