Cerita ‘Prank’ dari Bung Karno Hingga Jokowi; Ratu Markonah, Emas Batangan & Rp 2 Triliun

  • Bagikan
Cerita 'Prank' dari Bung Karno Hingga Jokowi
Cerita 'Prank' dari Presiden Bung Karno, Pak Harto, SBY dan Presiden Jokowi (matajatim.id)

matajatim.idCerita ‘prank’ yang pernah terjadi di Indonesia kembali terungkap setelah sumbangan Rp 2 triliun dari keluarga alm Akidi Tio bermasalah di Polda Sumsel.

Wartawan senior, Ilham Bintang yang kini menjadi Ketua Dewan Kehormatan PWI Pusat menulis kisah Ratu Markonah yang sempat bikin heboh di zaman Bung Karno.

“Baru tadi pagi saya menulis, karena mengikuti misteri uang 2 T, wajar kalau memori kembali “memanggil ”
kisah- kisah “prank” yang pernah terjadi di Indonesia,” bergitu Ilham menulis di situs kempalan.com.

Ilham bercerita, pada tahun 50-an, Presiden Bung Karno pernah kena prank menerima Raja Idrus dan Ratu Markonah yang mengaku Suku Anak Dalam Jambi di Istana Negara.

Tamu negara itu disambut istimewa. Meriah. Pakai pengalungan bunga segala.

Koordinator pagar bagus dan pagar ayunya Aktor Zainal Abidin dan Aktris Dahlia. ” Zainal Abidin cerita sama saya,” ungkap aktor Anwar Fuady.

Kisah itu dicatat dalam sejarah sebagai peristiwa yang memalukan Proklamator kita.

Ternyata, Raja Idrus hanya pengayuh becak tukang becak. Sedangkan Markonah seorang PSK.

“Berbulan- bulan menjadi buah bibir masyarakat. Sampai seorang musisi terinsiprasi mengarang lagu khusus ” Raja Idrus ” mengenang peristiwa itu di tahun 1970-an. Lagunya sempat hits dinyanyikan oleh Tetty Kadi,” sambung Ilham.

Ilham kemudian mengenang lirik lagu Raja Idrus:

…Terkenal di Ibukota
Si Raja Idrus Hanya sebulan bertahta
Masuk penjara
Raja Idrus, Raja Idrus
Berniat menjadi orang kaya
Sabdanya perlu bantuan
Dari setiap orang kaya

Mengaku seorang raja
Entah raja dari mana
Rupanya Si Idrus penipu jenaka

Pada zaman Presiden Pak Harto, Ilhan juga mengungkap kasus sejenis Ratu Markonah yang dikenal sebagai skandal “Bayi Ajaib”. Hasil kreasi Tjoet Zahara Fonna.

“Bayi dalam kandungannya bisa bicara dan mengaji. Gegerlah masyarakat se Indonesia. Wapres Adam Malik pun kena prank itu,” cerita Ilham.

“Ternyata ” Bayi Ajaib” adalah modus penipuan pertama kali di Tanah Air yang menggunakan perangkat tehnologi baru pada masanya. Yaitu tape recorder. Alat itu ditaruh pelaku di perutnya. Ditutup dengan baju hamil yang tebal,” pungkasnya.

Selain Ilham. Mantan Menteri SBY Hamid Awaludin, bercerita Menteri Agama, ketika itu, Said Agil Husin Al-Munawar yang mengaku bisa menutup utang Indonesia apabila harta karun berupa emas batangan, sisa peninggalan Kerajaan Pajajaran, tersimpan di bawah Prasasti Batutulis, Bogor bisa diambil

“kabar itu heboh luar biasa. Rasa kagum mencuat seketika. Harapan dan optimisme pun kian berkecambah. Sebentar lagi Indonesia bebas dari utang,” begitu Hamid menulis di situs kompas.com, Minggu (1/8/2021) .

Hamid melanjutkan kisah emas batangan itu hingga Menko Kesra Ketika itu, Jusuf Kalla, meminta Said Agil datang menemuinya.

“Tahu tidak, berapa utang luar negeri Indonesia, begitu pertanyaan Jusuf Kalla ke Menteri Agama. Menteri Agama tak bisa menjawab. Jusuf Kalla lalu memberi hitungan dengan enteng,” tulis Hamid.

Dikatakan, Jumlah utang luar negeri kita saat itu, awal tahun 2000, kurang lebih Rp 1500 trilyun.

Harga emas setiap gram kala itu, adalah Rp 250 ribu per gram. Maka, untuk melunasi utang pemerintah, kita butuh sekitar 6 ribu ton emas batangan.

“Bila emas batangan tersebut kita angkut dengan truk yang berkapasitas 4 ton, dengan asumsi, panjang truk adalah 5 meter, maka kita butuh jejeran truk sepanjang 5 km, Itu artinya, truk-truk tersebut berbaris mulai dari Kebayoran Baru hingga Bundara Hotel Indonesia,” cerita Hamid mengenang perkatan Yusuf Kalla.

“Kira-kira ada tidak emas batangan sebanyak itu di Batutulis, tanya Jusuf Kalla,” sambungnya.

Hamid menyebut Menteri Agama Said Agil terdiam lesu. “Sekali lagi, akal sehat pejabat dipreteli. Logika berpikir para pejabat dianiaya,” pungkasnya.

Di era Presiden Jokowi, alm Akidi Tio akan menyerahkan bantuan dana penanggulangan covid-19 sebesar Rp 2 Triliun. Akidi Tio, pengusaha sukses asal Kota Langsa Kabupaten Aceh Timur

Senin (26/7/2021). Heriyanti anak bungsu Akidi Tio bersama dokter keluarga Akidi Tio, Prof dr Hardi Darmawan menyerahkan bantuan itu secara simbolis ke Kapolda Sumsel Irjen Pol Eko Indra Heri.

Penyerahan dana bantuan turut disaksikan Gubernur Sumsel H Herman Deru, Kepala Dinas Kesehatan Sumsel Dra Lesty Nuraini Apt Kes dan Danrem 044/Gapo, Brigjen TNI Jauhari Agus Suraji.

Gubernur Sumsel H Herman Deru saat ditemui setelah penyerahan simbolis bantuan covid-19 sebesar Rp 2 T di Mapolda Sumsel mengaku terkesima. (**)

  • Bagikan

Respon (1)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *