Wagub Emil: Pencairan BST Tak Diwajibkan Vaksinasi

  • Bagikan
Pencairan BST Tak Diwajibkan Vaksinasi
Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Dardak (DOK. Humas Pemprov Jawa Timur)

matajatim.idSURABAYA-Wakil Gubernur Jatim Emil Elestianto Dardak secara tegas menyebut penerima Bantuan Sosial Tunai (BST) tidak akan ditahan pencairan BST meski tak menjalani vaksinasi.

Hal itu disampaikan Wagub Emil setelah berkoordinasi dengan Direktur Jenderal Penanganan Fakir Miskin (Dirjen PFM) Kementerian Sosial (Kemensos) RI, terkait ‘insiden’ penolakan warga Sumenep penerima BST.

Selain itu, Emil juga berkoordinasi dengan Dirut PT Pos Indonesia, Kapolda Jatim, dan Bupati Sumenep.

Dari hasil koordinasi tersebut, Emil Dardak memperoleh kepastian bahwa meskipun vaksinasi tersedia di lokasi penyaluran BST, namun bagi warga penerima BST yang belum bersedia divaksin, tidak akan ditahan pencairan BST miliknya.

Mantan Bupati Trenggalek itu memastikan bahwa penyaluran BST yang digelontorkan pemerintah pusat untuk warga kurang mampu di tengah pandemi Covid-19 itu tidak mewajibkan membawa bukti vaksinasi.

Untuk memastikan jalannya penyaluran berlangsung aman dan lancar, melihat secara dekat penyalurannya di Kantor Kecamatan Semampir Surabaya, Rabu (28/7).

“Kehadiran kami di sini untuk melihat sekaligus memastikan bahwa syarat masyarakat mengambil BST tidak perlu membawa kartu vaksin. Kunjungan ini sekaligus merespon adanya berita di Sumenep yang mewajibkan penerima vaksin membawa kartu vaksin,” kata Emil.

Emil menunjukkan isi Perpres No 14 Tahun 2021 Pasal 13a Ayat 4 yang menjelaskan setiap orang yang telah ditetapkan sebagai sasaran penerima Vaksin Covid-19 yang tidak mengikuti Vaksinasi Covid-19 sebagaimana dimaksud pada ayat (2) dapat dikenakan sanksi administratif berupa : a) Penundaan atau penghentian pemberian jaminan sosial atau bantuan sosial; b) Penundaan atau penghentian layanan administrasi pemerintahan dan atau; 3) Denda.

“Ini kembali kepada setiap diskresi yang ada di masing-masing daerah harus bisa menyesuaikan karakteristik masyarakatnya,” jelasnya.

Emil menyadari bahwa upaya pemerintah pusat menggencarkan vaksin harus terus didukung dan dipatuhi oleh seluruh masyarakat, meskipun masih terjadi penolakan terhadap vaksin.

Ia mengaku bersyukur bahwa di Surabaya minat masyarakat untuk melakukan vaksinasi sangat tinggi. Namun saat ini yang terjadi ada kendala diketersediaan vaksin.

Berdasarkan data Dinsos Prov. Jatim penerima BST sebanyak 1,4 juta penerima di Jatim. Jumlah tersebut meningkat dibanding tahun sebelumnya hanya 1,2 juta penerima.

Pada kesempatan tersebut Emil juga mengapresiasi penyaluran BST yang ditempatkan di Kantor Kecamatan Semampir. Dimana sebelumnya terpusat di halaman kantor pos seperti waktu-waktu sebelumnya.

“Alhamdulillah kantor pos bisa bekerja sama dengan pemda untuk penyaluran vaksinasi. Kita sadari kantor pos ini kan terbatas ruangnya. Dan mereka akhirnya berinovasi rekrut relawan ambil tempat yang lebih luas, sehingga tidak terjadi penyebaran Covid-19,” ungkapnya.

Sementara berdasarkan data yang ada di Kecamatan Semampir terdapat 1.200 penerima. Masing-masing penerima mendapatkan sebesar Rp. 600.000 untuk dua bulan sekaligus. Wilayah tersebut meliputi Kel. Ampel, Kel. Pegirian, Kel. Sidotopo, Kel. Ujung, Kel. Wonokusumo. (Arifin)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *