Siswi SMP di Jember Diperkosa Ayah Tiri

  • Bagikan
Siswi SMP Diperkosa Ayah Tiri
ilustrasi siswi SMP

matajatim.idJEMBER-Masa depan siswi SMP di Jember ini lagi suram. Pada usia remaja ia harus menanggung janin hasil pemerkosaan ayah tirinya.

Kapolsek Sempolan, AKP Suhartanto mengatakan, korban dipaksa melayani nafsu bejat si ayah tiri sejak kelas VI hingga kelas VIII SMP.

Saat melancarkan aksinya, si ayah tiri memanfaatkan kesempatan saat istri atau ibu korban sedang tidak ada di rumah.

“Pelaku tidak lain adalah ayah tiri dari korban. Pelaku menyetubuhi korban di saat kondisi rumah sedang sepi. Biasanya saat ibu korban sedang membantu tetangga yang sedang panen” kata Suhartanto kepada media Kamis (29/7/2021).

Menurut Suhartanto, si ayah tiri memaksa korban agar melayani nafsu bejatnya. Jika menolak, maka korban dimarahi oleh si ayah tiri. Bahkan si ayah tiri juga memarahi ibu korban selaku istri sendiri.

Kronologi Kasus Terungkap

Beberapa hari terakhir. Korban tak mau pulang ke rumahnya. Pada siang hari korban memilih berada di rumah tetangganya.

Si tetangga menaruh curiga atas perubahan bentuk tubuh siswi SMP itu.

Korban dirayu untuk bercerita apa sebenarnya. Kenapa enggan pulang ke rumahnya.

Dari pengakuan gadis berumur 14 tahun itu terungkap jika ayah tirinya kerap marah.

Ayah tirinya marah jika keinginan untuk melampiaskan syahwatnya tak tersalurkan.

Cerita si anak itu disampaikan kepada sang ibunya.

Dari cerita terungkap si anak sudah hamil akibat perbuatan ayah tirinya.

Perut korban semakin membesar. Korban sedang mengandung janin dari ayah tirinya sendiri.

Informasi tentang kelakukan si ayah tiri dengan cepat menyebar ke tetangga.

Tak lama kemudian warga yang emosi mendatangi rumah si ayah tiri itu.

Sejumlah warga sempat menghajar si ayah tiri sebelum akhirnya diamankan oleh perangkat desa dan petugas dari Polsek Sempolan.

Sang ibu segera melapor ke Polsek Sempolan. Polisi pun mendalami laporan itu dengan memeriksa sejumlah saksi.

Dari keterangan saksi korban, diketahui kalau ia juga menjadi korban pencabulan. Pencabulan dilakukan oleh pamannya.

Akhirnya polisi pun menangkap ayah tiri dan pamannya tersebut. “Jadi ada dua berkas perkara, dengan dua tersangka,” imbuhnya.

Polsek Sempolan selanjutnya berkoordinasi dengan Unit PPA Satreskrim Polres Jember untuk pemeriksaan lebih lanjut. Polisi juga berkooordinasi dengan pendamping untuk mendapingi korban anak tersebut

Saat ini, si ayah tiri dan paman tiri korban sedang mendekam di ruang tahanan Polsek Sempolan, guna proses penyidikan lebih lanjut.

“Kedua tersangka sudah kami amankan. Mereka dijerat undang-undang perlindungan anak dengan ancaman maksimal 15 tahun penjara” pungkas Suhartanto. (muiz)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *