Innalillahi, Mantan Ketua KPU Jatim itu Meninggalkan Banyak Testimoni

  • Bagikan
Mantan Ketua KPU Jatim Wafat
Ungkapan Duka untuk almarhum Mas Andre dari PW IKA PMII Jatim. (istimewa)

matajatim.idInnalillahi wa inna ilaihi rajiun.

Andry Dewanto Ahmad menghembuskan nafas terakhir-setelah beberapa hari menjalani perawatan di RSSA Malang karena terinfeksi covid-19,-pada hari Kamis (29/7/2021) sekira pukul 05.43 WIB.

Mas Andre-panggilan akrab H Andry Dewanto Ahmad-meninggal dunia pada usia 49 tahun.

Mas Andre menjadi anggota KPU Jatim periode 2009-2010 serta Ketua KPU Jatim periode 2010-2014.

Berita duka ini kali pertama dikirim sahabat Muhith di grup WA IKA PMII Jatim, Kamis pagi buta (29/7/2021).

Mohon dimaafkan segala salah dan khilaf ya.Semoga Allah mengampuni dosanya, menerima amal ibadahnya.Dan semoga Allah menempatkan di jannah-Nya. Amiiin,” tulisnya,

Kabar duka Mas Andre menghiasi halaman facebook dan grup-grup WA Jatim.

Maklum, banyak aktivitas yang digeluti almarhum semasa hidupnya.

Mas Andre dikenal sebagai aktivis PMII Universitas Brawijaya Malang.

Lalu menjabat Ketua KPU Jatim. Kini almarhum menjabat Koordinator Tenaga Pendamping Profesional Provinsi Jatim.

Di jajaran Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur, almarhum tecatat sebagai Wakil Ketua PWNU Jatim. Juga di PW IKA PMII Jawa Timur, almarhum menjadi salah satu pengurus. Dan juga tercatat di Pengurus Wilayah (PW) Gerakan Pemuda Ansor Jatim.

Ungkapan duka itu datang dari berbagai elemen masyarakat.

Doa Kesembuhan Mas Andre Sebelum Wafat

Sebelum almarhum menghembuskan nafas terakhir. Beberapa hari, pembacaan doa secara virtual terus mengalir saat suami mantan Ketua Pimpinan Wilayah (PW) Fatayat NU Jatim, Hj Hikmah Bafaqih dirawat di RSSA Malang.

Mantan Ketua KPU Jatim Wafat
Foto Keluarga Mas Andre. (diambil dari profile FB Hikmah Bafaqih, Wakil Ketua Komisi E DPRD Jawa Timur Fraksi PKB)

Doa bersama untuk kesembuhan Mas Andre pernah dilaksanakan pada tanggal 15 Juli 2021 oleh Pengurus Wilayah Ikatan Keluarga Alumni (IKA) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Jatim.

Pada 18 Juli 2021. Jaringan TPP (Tim Pendamping Profesional) Provinsi Jawa Timur juga menggelar doa terbaik untuk kesembuhan Mas Andre.

Kemudian pada tanggal 20 Juli 2021 kegiatan serupa diadakan Pengurus Wilayah (PW) Gerakan Pemuda Ansor Jatim.

Doa untuk kesembuhan Mas Andre dilaksanakan di berbagai cabang atay kabupaten/ kota secara bersamaan.

H Amin Said Husni, Ketua PW IKA PMII Jatim dalam kesempatan doa bersama mengajak peserta untuk berdoa supaya pandemi Covid-19 segera berakhir.

“Malam hari ini kita tundukkan kepala, tundukkan hati, berharap pandemi ini segera berakhir. Seraya berharap sahabat-sahabat kita, saudara-saudara kita yang terdampak atau terpapar Covid-19 diberikan kesehatan,” katanya beberapa waktu lalu.

Berikut Testimoni dari kolega almarhum:

Momen tak terlupakan sbg “junior PMII” saat Sahabat Andry hampir “memenangkan” Konkorcab tahun 1996 (?). Tak dinyana, di depan pleno dia menyatakan mundur. Lalu memeluk Shbt Imam Nahrawi sbg isyarat dukungannya. Dan terpilihlah Shbt Imam Nahrawi,  hanya selisih 1 suara dgn kompetitornya. Sampai bbrp tahun tak habis2 kekaguman saya kpd Sahabat Andry. Mungkin itulah yang disebut “King Maker”

Saya sudah “tahu” Sahabat Andry sejak masih di madrasah Aliyah di Sidogiri. Suatu saat madrasah mengadakan pelatihan, mengundang dosen dari Malang, Fauzan Alfas. Mas Fauzan kebetulan alumnus Sidogiri, dia mengajak beberapa org yg terlihat lebih muda sbg pendamping. Belakangan saya tahu mrk aktivis PMII Malang. Sahabat Andry menjadi salah seorang pembicara. Dari caranya bicara, pilihan diksi, cara membangun argumentasi, sulit bagi audiens utk tidak terpukau. Dlm hati saya menebak, orang ini calon pemimpin. Benar dugaan saya. Konkorcab PMII tahun 1996 membuktiknnya. (Anwar Sadad, Wakil Ketua DPRD Jawa Timur)

Terakhir ketemu Mas Andry di Malang dalam acara Muscab IKA PMII Malang, wajahnya sangat santai dan tenang, masuk ruangan Muscab bersama Mbak Hikmah (isterinya)  senyum-senyum. Diminta duduk kursi paling depan tidak mau, beliau duduk di kursi peserta bersama Mbak Hikmah ngobrol santai ketawa-ketawa dan senyum tiada henti. Itulah ketawa dan senyum terakhir Mas Andry yang saya lihat, dan tak akan pernah terlupakan. Innalillahi wa inna ilaihi rojiun, semoga surga tertinggi dan terbaik tempatmu disisiNya. Nitip salam rindu kagem Kanjeng Nabi Muhammad SAW, para pendiri NU dan para pendiri PMII. (Firman Syah Ali, Bendum PW IKA PMII Jawa Timur)

Ketika pendampingan desa bergulir saya jadi tahu dan kenal baik dg mas Andre maskipun jarang ketemu. Orangnya baik bicaranya santun dan mengesankan. Selamat jalan sahabat SURGA insyaALLOH menunggumu. (KH Syafi Rofii, mantan Wabup Bangkalan)

Ya Allah..

Dia sahabatku,  orang baik. Kami dulu membangun sejarah bersama dalam satu wadah pergerakan,  dia yuniorku,  tapi saya sdh menangkap gagasan, komitmen dan dedikasinya sangat luar biasa utk pergerakan dan cita-cita besarnya.  Dia adalah solidarity maker,  dlm sejarah hidupku dia punya ruang khusus.

Semoga almarhum ditempatkan bersama para syuhada para ulama dan ambiya wa ssholihin ditempat yg paling istemewa. Amiiin

Selamat jalan sahabat. (KH Faidol Mubarok, Ketua Baznas Sampang)

Tulisan Terakhir almarhum Andry Dewanto Ahmad, 4 Juli 2021  di beranda Facobook-nya tentang Covid -19.

Saya ingin melihat covid dari sudut pandang yang berbeda. Menurut pemerintah, dokter, WHO bahkan para ulama bahwa covid memamg ada. Mana? Tak kasat mata alias sebangsa gaib! Kata saya Covid itu bagaikan tentara elit semacam paskhas (pasukan khusus).  Ia bekerja by order. Order Tuhan yang Maha perkasa Allah SWT. kecepatan dan daya tembusnya bagaikan agen 007, namun tanpa partner cantik. Hehe

Covid menular dg masa tugas, durasi waktu, target akibat dan target sasaran yang detail, tak pernah meleset.  Sebelum masa tugas habis ia takkan menghentikan misi. Manusia akan berupaya dg akal budinya menanggulangi covid, lalu lahirlah  kebiasaan baru disebabkan olehnya. Disebabkan olehnya kaum miskin sedunia disupport pemerintahnya dg  makananan dan uang dalam masa yg relatif panjang. Pusat bisnis termasuk judi dan hiburan sepi,  para perempuan menutup wajahnya tak dipersoalkan. Malah kalau pas apes tidak mengenakan masker kena operasi dihukum menyanyi lagu kebangsaan atau push up.

Gegara covid,  orang lebih lama berkumpul keluarga, pembudayaan cuci tangan, menjaga jarak,  mentradisinya silaturahim meski jarak jauh (daring), dll. Jadi jelas ya covid itu ada, jangan diragukan lagi,  tapi jangan takut pada covid. Cukup banyak sudah yg kita takuti seperti: takut pada Allah SWT, takut ortu, takut aparat penegak hukum, takut pasangan hidup suami/isteri, takut hantu, takut petir, takut binatang buas, takut tikus, takut ular, takut cacing, takut penjahat. Sudah banyak bukan? Jadi tak perlu menambah sumber ketakutan baru. Ada lagi sih yg menakutkan lainnya semisal: takut gak punya uang dan takut lapar. Hehe

Saran isteri, katanya: ikuti petunjuk pemerintah ttg prokes. kata saya: taat pemerintah yes, namun jangan phobia, sewajarnya. Soal  mati hidup itu pasti akan kita temukan juga, kita hanya diminta berupaya tdk mati sia-sia. Bekal mati yg perlu kita renungkan kawan. Mari trus berjuang menjadi orang yang baik dan jangan lupa bahagia.

Bismillahirrohmanirrohim Allahumma Indonesia aman.

Hambali Rasidi

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *