Mahasiswa Segel Kantor Pemkab Bangkalan, Pemuda Audiensi ke Polres

  • Bagikan
Mahasiswa Segel Kantor Pemkab Bangkalan
Puluhan pemuda yang tergabung dalam komunitas Konsolidasi Pemuda Bangkalan Bersatu (KPBB) saat beraudensi ke Polres Bangkalan, pada hari Selasa (27/7/2021) siang. (matajatim.syaiful)

matajatim.idBANGKALAN-Gegara kesal. Aliansi Pemuda dan Mahasiswa Bangkalan (APMB) menyegel pintu masuk kantor Pemkab Bangkalan.

Kejadian ini terjadi hari Senin (26/7/2021) gegara Bupati Bangkalan Ra Latif tak mau menemui massa aksi.

Buntut aksi APMB. Puluhan pemuda yang tergabung dalam komunitas Konsolidasi Pemuda Bangkalan Bersatu (KPBB) beraudensi ke Polres Bangkalan, pada hari Selasa (27/7/2021) siang.

Kehadiran KPBB ke Polres mempertanyakan sikap polisi dalam pengawalan demontrasi di tengah PPKM.

Dalam audiensi, KPBB ditemui langsung oleh Kapolres Bangkalan AKBP Alith Alarino.

KPBB mempertanyakan SOP Pengamanan Pagelaran Aksi di tengah PPKM.

Kata KPBB, aksi yang dilakukan APMB itu terkesan dibiarkan oleh aparat keamanan. Sehingga berujung pada penyegelan pintu masuk Kantor Pemkab Bangkalan

“Ya kami mempertanyakan standarisasi pengamanan terkait penyelenggaraan aksi dari pihak kepolisian karena kami menilai pengamanan aksi yang dilakukan aparat kepolisian kemaren begitu lemah dan terkesan dibiarkan yang akhirnya berujung pada penyegelan,” ujar ketua KPBB Moh Umar dalam audiensi.

Umar mengancam akan mengirim surat kepada Satuan Tugas Penanganan Covid-19 dan Presiden Jokowi terkait pengawalan Polres Bangkalan terkait aksi di tengah pendemi.

“Kalau kepolisian tidak punya standar operasional yang jelas dalam menindak jalannya aksi di tengah pandemi ini. Ya kami akan minta pada Satgas Covid untuk menindak lanjuti dan kami juga akan mengirim surat pada Presiden Jokowi karena persoalan pandemi ini persoalan serius, bukan main-main,” jelas Umar.

Selain ancaman itu, KPBB juga mendesak kepada aparat kepolisian agar bisa menindak tegas peserta aksi yang menyegel kantor Pemkab Bangkalan.

“Menyampaikan pendapat itu dilindungi oleh Undang-Undang dan itu baik bagi demokrasi, namun juga harus dilakukan secara baik dengan cara yang baik dan sesuai UU,” sambungnya.

“Makanya kami minta pihak kepolisan untuk tegas menindak hal ini,” pungkasnya.

Sementara Kapolres Bangkalan, AKBP Alith Alarino merespon normatif apa yang disampaikan KPBB.

Kapolres mengapresiasi dan mendukung apa yang disampaikan  KPBB dalam rangka menjaga marwah Kepolisian.

“Kami sangat berterimakasih atas masukan yang telah disampaikan kepada kami. Polisi tetap akan menjadi pelindung dan pengayom masyarakat,” ucap Kapolres Alith kepada peserta audiensi.

Syaiful, Mata Jatim

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *