Pengunggah Video Bendera Putih di Kawasan Ampel Surabaya Akhirnya Minta Maaf

  • Bagikan
Pengunggah Video Bendera Putih Minta Maaf
Fahim Attamimi, pengunggah video bendera putih di Kawasan Ampel Surabaya akhirnya minta maaf dan mendukung langkah pemerintah dalam mencegah penyebaran pandemi covid-19.

matajatim.idSURABAYA-Pria yang mengunggah bendera putih dalam video di Jalan Sasak, kawasan Ampel Surabaya akhirnya minta maaf.

Pria itu bernama Fahim Attamimi. Video-nya viral di media sosial dua hari lalu sebagai bentuk protes terhadap perpanjangan PPKM.

Pada Jumat sore (23/7/2021) Fahim meminta maaf atas video yang diunggahnya.

Melalui video berdurasi 1 menit 28 detik, Fahim meminta maaf kepada elemen masyarakat atas prilakunya dan mengapresisasi pemerintah atas penanggulangan covid-19.

BACA JUGA: PPKM Diperpanjang, Warga Kawasan Ampel Menyerah

Fahim mengaku menyesali atas video yang diunggahnya karena menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.

“Saya Fahim, terkait viralnya video saya, saya ingin memberikan klarifikasi. Yang pertama saya meminta maaf kepada elemen masyarakat, bila mana video saya yang menampilkan bendera putih dikawasan ampel tersebut membuat keresahan ditengah masyarakat, dan yang kedua saya mengapresiasi kepada pemerintah atas penanggulangan covid-19,” ucap Fahim dalam kutipan video permintaan maafnya yang diterima redaksi Mata Jatim.

Pengunggah Video Bendera Putih Minta Maaf
Fahim Attamimi (tengah) sebelum membuat video permintaah maaf.

Atas kesadaran dirinya lalu mencopot bendera putih yang dipasangnya dan mendukung PPKM level 4 di wilayah Ampel.

Fahim menyadari wilayah Ampel berpotensi sebaran covid 19.

“Saya berterima kasih atas bantuan sembako bapak Kapolri yang diberikan oleh Polda Jatim kepada waga Ampel, karena dapat meringankan beban masyarakat saat pandemi ini,” pungkasnya.

Sebelumnya, Fahim mengunggah video berdurasi 2 menit 17 detik itu dengan menyebut warga Jalan Sasak Surabaya, mengibarkan bendera putih saat diberlakukan PPKM darurat usaha warga menurun. (**)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *