Geger, Anggota Ormas Tewas Dibacok di Tengah Jalan Raya

  • Bagikan
Anggota Ormas Tewas Dibacok di Tengah Jalan Raya
Korban saat tewas bersimbah darah Jumat sore (23/7/2021) di Jalan Raya Subur, Monang-Maning.Denpasar.

matajatim.idDENPASAR-Geger. Jumat sore ( 23/7/2021) warga Denpasar, Bali jadi gempar karena aksi pembacokan di Jalan Raya Subur, Monang-Maning.

Korban diketahui bernama I Gede Budiarsa (32), salah satu anggota ormas di Bali. Dia tewas di tengah jalan dengan berlumur darah.

Peristiwa mengerikan itu terjadi sekitar pukul 15.00 Wita. Korban tewas setelah diserang secara brutal dengan senjata tajam.

Seperti dikutip sindonews, peristiwa itu diduga melibatkan anggota Ormas dan debt collector Mata Elang. Korban disebut-sebut anggota salah satu Ormas di Bali.

Peristiwa bermula saat Budiarsa dan rekannya mendatangi markas Mata Elang di Jalan Gunung Patuha untuk menanyakan unit motor yang ditarik.

Mereka terlibat adu mulut lalu berlanjut pada aksi pemukulan dan perusakan markas Mata Elang.

Tak terima, anggota Mata Elang melakukan perlawanan. Budiarsa dan rekannya lalu pilih kabur. Aksi pengejaran pun dilakukan oleh sejumlah anggota Mata Elang.

Hingga Budiarsa ditemukan di Jalan Subur. Pria bertato itu lalu diserang dengan senjata tajam hingga akhirnya tumbang bersimbah darah di tengah jalan.

Tak selang dari kejadian itu, polisi berhasil menangkap pelaku.

“Satu orang sudah kita tangkap, sudah ada di kantor,” kata Kasat Reskrim Polresta Denpasar Kompol Mikael Hutabarat seperti dikutip sindonews.

Polisi bergerak cepat mengungkap kasus pembunuhan anggota Ormas yang bikin heboh di Kota Denpasar.

Kata Kompol Mikael, satu orang pelaku, I Wayan S sudah diamankan. Wayan S merupakan pelaku utama. Dialah yang membawa parang dan menebas kepala dan tangan korban hingga tewas.

Jumlah pelaku dimungkinkan bertambah. “Ini (di kantor) penuh, masih banyak,” imbuh Mikael yang belum mau menjelaskan kronologi peristiwa berdarah itu karena masih dalam penyelidikan.

Dia menegaskan, peristiwa ini bukan pertikaian antar ormas maupun suku tertentu. “Ini antara debitur dan kreditur. Masalah tarik menarik finance. Tidak ada hubungannya dengan ormas,” tegasnya. (sindonews)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *