Polisi Bersikap Pasca Penghancuran Peti Jenazah Covid-19

  • Bagikan
Isu Jenazah Covid-19 Tak Dimandikan

matajatim.idSITUBONDO-Warga dan pihak terkait akan dimintai keterangan oleh polisi pasca penghancuran peti jenazah di Dusun Karangmalang, Desa Panji Kidul, Kecamatan Panji, Situbondo, Rabu (21/7/2021).

Kasat Reskrim Polres Situbondo AKP Agus Widodo kepada wartawan mengatakan, pihaknya akan melakukan pemanggilan kepada pihak terkait untuk melakukan klarifikasi.

“Kami akan tanya untuk mengetahui apakah prosedur pemulasaraan jenazah sudah dilakukan sesuai SOP jenazah COVID-19 atau belum. Klarifikasi dilakukan termasuk terhadap petugas ambulans, patwal, dan lainnya,” terang AKP Agus, Kamis (22/7/2021).

“Baru kemudian kami mintai keterangan saksi lainnya. Yakni pihak keluarga dan para pelaku yang diduga melakukan perampasan peti mayat itu,” tambah Agus.

Jika dari hasil pemeriksaan tersebut memang ada unsur pidana, katanya tetap akan dilakukan tindakan sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

“Perampasan peti jenazah akan berdampak hukum. Regulasi yang akan digunakan yakni pasal 14 UU No 4 Tahun 1984 tentang Wabah Penyakit Menular. Serta pasal 212 dan pasal 214 KUH Pidana. Ancaman hukumannya maksimal 7 tahun kurungan,” tegas Agus.

Seperti diketahui, viral video warga Dusun Karangmalang, Desa Panji Kidul, Kecamatan Panji, Situbondo merebut paksa peti jenazah COVID-19.

Puluhan warga dari keluarga almarhum tampak mengambil jenazah dari dalam peti mati. Lalu menghancurkan peti jenazah menggunakan kayu dan alat seadanya.

Dalam salah satu video yang berdurasi sekitar 29 detik itu, tampak puluhan warga mengambil dan menghancurkan peti jenazah di sebuah halaman rumah tepi jalan.

Pada video lainnya, tampak terdengar tangisan keluarga almarhum yang meninggal terpapar COVID-19 setelah dirawat di RSUD Situbondo.

Ada salah satu keluarga almarhum pingsan serta digotong oleh beberapa orang keluar dari kerumunan warga.

Informasi yang dihimpun Mata Jatim menyebut, sikap brutal warga itu karena terhasut isu yang berkembang di desa ada jenazah positif COVID-19 langsung dibungkus beserta pakaiannya dan dimasukkan peti mati.

Jenazah diisukan tidak dimandikan sebagaimana layaknya menangani jenazah sesuai syariah agama.

Warga dan keluarga almarhum ingin membuktikan apakah jenazah sudah dimandikan atau belum.

Warga membuka kafan dan memandikan ulang, lalu menyalatkan jenazah.

“Warga tidak yakin, apakah jenazah sudah ditangani secara syariah agama. Oleh karenanya, jenazah lalu dimandikan ulang, disalatkan, dan sebagainya,” kata salah seorang warga yang keberatan disebut namanya, Kamis (22/7/2021).

Said, Mata Majatim

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *