Dahlan Iskan: Garam Rakyat Bisa Menghilangkan Corona

  • Bagikan
Garam Rakyat Bisa Menghilangkan Corona
ilustrasi

matajatim.idGaram rakyat bisa menghilangkan virus corona.

Begitu temuan ahli virus, drh Indro Cahyono yang mengklaim bisa mempertanggungjawabkan secara ilmiah.

Temuan drh Indro berdasar penelitiannya pada virus Covid-19 di sebuah lab di Bogor yang berlangsung lama.

Sebelum Dahlan Iskan menurunkan temuan drh Indro soal garam rakyat yang bisa mengilangkan virus corona.

Kabar serupa juga viral di berbagai aplikasi medsos karena banyak yang membagikan.

Salah satu akun Facebook, bernama Rizan Dwi Herlianto mengunggah pada 22 Mei 2020 dengan narasi, “Corona kalah dg Garam dapur. Gak perlu vaksin vaksinan yg mau di drop oleh yahudi ato Cina.

Namun, unggahan akun ini disebut sebagai hoax setelah situs tempo.co memverifikasi melalui penelusuran informasi di situs-situs kredibel lewat mesin pencarian Google. Tempo juga menghubungi pakar epidemiologi, Dicky Budiman.

Dikutip dari Reuters, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan tidak ada bukti yang menunjukkan bahwa air garam bisa menghilangkan virus Corona di dalam tubuh. WHO mengakui ada sedikit bukti bahwa membilas hidung dengan saline atau air garam bisa membantu seseorang pulih lebih cepat dari flu biasa. Namun, membilas hidung secara teratur belum terbukti dapat mencegah infeksi pernapasan.

Dilansir dari Express, Layanan Kesehatan Nasional Inggris (NHS) juga menyatakan bahwa membilas hidung dengan air garam secara rutin belum terbukti bisa melindungi dari virus Corona. Dokter spesialis paru Cina, Zhong Nanshan, pun menyatakan, “Tidak ada temuan saat ini yang menyarankan bahwa air garam dapat membunuh virus Corona baru.”.

Dahlan Iskan menurunkan temuan drh Indro yang mirip dengan kabar viral soal garam dapur itu dengan istilah ”Protokol Rakyat”.

Berikut tulisan lengkap Dahlan Iskan yang dikutip dari sistus disway:

CARA ahli virus ini tampil di YouTube sangat merakyat. Pun bahasanya, bahasa rakyat. Dicampur bahasa Jawa –ia alumnus SMAN 3 Semarang.

Sekilas ia bukan seperti ahli virus. Mirip orang desa pada umumnya. Duduknya santai, sambil merokok dan hanya pakai kaus.

Tapi penjelasannya menarik. Ia mengistilahkan cara yang ditemukannya itu sebagai ”protokol rakyat”.

Menurutnya, rakyat berhak punya protokolnya sendiri.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *