5000 Bansos untuk Warga dan UMKM Terdampak PPKM dari Baznas Sumenep

  • Bagikan
Bansos untuk Warga dan UMKM Terdampak PPKM
Satpol PP dan Baznas Sumenep saat membagikan paket sembako kepada warga terdampak PPKM Darurat, Sabtu malam (matajatim.bahri)

matajatim.id –SUMENEP- Warga dan pelaku UMKM di Sumenep yang sepi pendapat akibat Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat sejak 3 Juli 2021 kini mulai tersenyum.

Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Sumenep ikut memberi bantuan kepada PKL terdampak kebijakan PPKM Darurat.

Baznas Sumenep menyediakan 5.000 paket sembako kepada PKL terdampak Covid-19 di masa PPKM.

Pimpinan Baznas Sumenep Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Hadariadi, mengatakan, bantuan paket sembako akan dibagikan secara bertahap.

Bulan ini, kata Haiririadi, 500 paket sembako yang akan disalurkan. Riciannya, 300 untuk masyarakat umum, 200 untuk PKL.

“Bantuan sembako untuk PKL di Pasar Bangkal ini sebanyak 100 paket dan  sebanyak 100 paket sembako didistribusikan kepada para PKL di tempat lain. Mudah-mudahan bantuan ini bisa bermanfaat untuk meringankan beban warga dan PKL yang terdampak  COVID-19 saat ini,” urai Hadariadi.

Haririadi mengaku, bantuan paket sembako merupakan permintaan Bupati Sumenep, Achmad Fauzi untuk membantu masyarakat.

“Kami mendapat perintah Bupati dan telah melakukan penyaluran bantuan paket sembako kepada masyarakat kurang mampu dan pada hari ini sasaran bantuan kepada PKL,” jelas Hadariadi di sela-sela penyaluran bantuan, pada Sabtu Malam 17 Juli 2021.

Ketua Peguyuban Pedagang Pasara Bangkal Baru, Abdul Ghafur mengaku, pendapatan anggotanya turun drastis. Bahkan turun hingga mendekati 70 persen.

Sejak PPKM para pedagang kesulitan mendapat untung dari dagangannya. Hal itu berakibat terhadap pemenuhan ekonomi keluarganya.

“Sejak PPKM sangat sepi pembeli. Hasil jualan sering rugi. Saya sekarang kadang jualan kadang tidak karena tak ada yang beli,” katanya, Jumat 16 Juli 2021 di Pasar Anom.

Sementara itu, Kepala Satpol PP Kabupaten Sumenep, Purwo Edi Prasetiya, berharap, masyarakat dan pedagang tetap disiplin mematuhi protokol kesehatan saat melakukan aktivitas sehari-hari.

“Kami (Pemkab Sumenep) meminta masyarakat tetap patuhi Protokol Kesehatan (Prokes) agar Kabupaten Sumenep segera pulih kesehatannya dan bangkit ekonominya,” ujarnya.

Bahri, Mata Jatim

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *