Covid-19 Belum Reda, Ahli Kesehatan Khawatir Banyak Kesakitan dan Kematian Tak Terdeteksi

  • Bagikan
Covid-19 Belum Reda
Grafis Kempalan

matajatim.id-JAKARTA-Pembatasan kegiatan masyarakat atau PPKM Darurat di Indonesia yang sudah berjalan 12 hari dinilai belum mampu menahan laju penularan kasus Covid-19.

Bahkan penambahan kasus harian secara nasional mencetak rekor baru selama pandemi, yaitu 47.899 kasus per Selasa (13/0/2021).

Pemerintah melaporkan tambahan kasus baru Corona sebanyak 47.899 kasus positif Covid-19. Sebanyak 20.123 pasien sembuh dan 864 kasus meninggal karena Covid-19.

Total positif Corona secara kumulatif sejak Maret 2020 hingga pertengan Juli 2021 berjumlah 2.615.529 dan kasus sembuh kumulatif sebanyak 2.139.601.

Sedangkan jumlah pasien covid di Indonesia yang tercatat meninggal sampai Selasa (13/72021) mencapai 68.219 orang.

Daerah yang melaporkan penambahan kasus baru terbanyak pada Selasi adalah DKI Jakarta dengan 12.182 kasus dan diikuti Jawa Barat dengan 7.192 kasus baru.

Khawatir Banyak Kesakitan dan Kematian

Ahli Kesehatan Masyarakat dari Universitas Indonesia, Hermawan Saputra, mengatakan, kalau sampai memasuki hari ke-14 masa pemberlakuan PPKM belum terlihat penurunan kasus Covid-19, dia khawatir “akan banyak kesakitan dan kematian yang tidak terdeteksi”.

“Bukan berarti kita menakuti-nakuti, tapi kekhawatiran kita akan banyak kesakitan dan kematian yang tidak terdeteksi,” kata Hermawan Saputra kepada BBC News Indonesia, Selasa sore.

“Karena banyak yang tak ter-cover pelayanan kesehatan karena stagnasi kecepatan virus yang boleh jadi lebih cepat daripada penanganan dan penyediaan kita,” paparnya.

Dia mengutarakan kembali rekomendasi Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI) agar pemerintah menerapkan kebijakan ‘lockdown‘ regional.

“Semua [daerah di pulau Jawa] harus dalam kesimpulan dianggap zona merah [semua], supaya ada tindakan sama, menyeluruh, tidak subyektif, dan tidak multi tafsir di lapangan,” ujar Hermawan.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *