dr Lois Minta Maaf Setelah Tak Jadi Ditahan

  • Bagikan
dr Lois Tak Jadi Ditahan
dr Lois saat di Bareskrim Polri

matajatim.id-JAKARTA– Bareskrim Polri memulangkan dr Lois Owien, Selasa (13/7/2021)

“Setelah dilakukan pemeriksaan mendalam, tidak dilakukan penahanan terhadap dr Lois,” terang Direktur Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri Brigjen Slamet Uliandi.

Dikatakan, ada sejumlah hal yang menjadi dasar pertimbangan penyidik hingga tak melakukan penahanan terhadap dr Lois.

Pertimbangan itu di antaranya penyidik berkesimpulan dr Lois tidak akan mengulangi perbuatannya dan tidak akan menghilangkan barang bukti.

Seluruh barang bukti sudah dikantongi oleh polisi. Selain itu, dr Lois tidak akan melarikan diri.

“Oleh karena itu, saya memutuskan untuk tidak menahan yang bersangkutan, hal ini juga sesuai dengan konsep Polri menuju Presisi yang berkeadilan,” kata Brigjen Slamet, yang akrab disapa Ulin.

Sebelumnya, Kabareskrim Komjen Agus Andrianto menyatakan dr Lois Owien sudah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus ini. Dia terancam hukuman maksimal 10 tahun penjara.

“dr Lois ditetapkan sebagai tersangka tindak pidana menyebarkan informasi yang ditujukan untuk menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan individu dan/atau kelompok masyarakat tertentu berdasarkan atas suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA) dan/atau tindak pidana menyiarkan berita atau pemberitahuan bohong dengan sengaja menerbitkan keonaran di kalangan rakyat,” ujar Komjen Agus melalui pesan singkat, Senin (12/7).

Komjen Agus menyebut dr Lois dijerat dengan pasal berlapis.

Setelah dipulanhkan dari Bareskrim, dr Lois kini meminta maaf karena pernyataannya itu telah membuat kegaduhan.

“Saya mohon maaf atas pernyataan saya, karena pernyataan saya itu sudah membuat kericuhan,” ujar dr Lois saat dihubungi detikcom via telepon, Selasa (13/7/2021).

Apakah dr Lois akan menarik atau mengubah pernyataannya soal virus corona yang membuatnya jadi tersangka di Bareskrim? dr Lois belum mau menanggapi soal hal tersebut.

“Soal yang itu nanti saja. Nanti lebih lanjutnya nanti. Yang jelas karena pernyataan saya itu kan, membuat kegaduhan. Saya minta maaf,” tutur dr Lois.(detik.com)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *