Guru Besar Filsafat Islam UINSA Wafat, Testimoni Mengalir dari Mahasiswa Almarhum

  • Bagikan
Guru Besar Filsafat Islam UINSA Wafat
Prof Dr H Ma'shum, MAg

matajatim.idSURABAYA-Kampus Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Surabaya berduka.

Guru Besar Filsafat Islam, Prof Dr H Ma’shum, M.Ag wafat pada hari Minggu (11/7/2021) sekitar jam 22.00 wib di rumahnya, Sepanjang, Sidoarjo.

Ungkapan duka mengalir menyertai kepergian Wakil Rektor III UINSA ini di grup-grup WhatsApp UINSA.

Tak sedikit yang mengaku kaget atas kepergian almarhum.

Salah satu mantan mahasiswa almarhum di Fakultas Ushuluddin IAIN (sebelum berubah jadi UIN) Sunan Ampel, Surabaya, Syamsul Mahmud mengaku baru chatingan via WhatsApp sehari sebelumnya.

“Ya Allah..Padahal kemarin saya masih sempat chatingan dengan beliau. Innalillahi wa Inna Ilahi Rajiun,” tulis Syamsul Mahmud di grup WA Ushuluddin.

Kholili yang juga pernah jadi mahasiswa almarhum memberi kesaksian, “Prof jenengan guru dan orang tua yang baik bagi kami di kampus. InsyaAllah jenengan khusnol khotimah dan ditempatkan di surganya Allah, prof,” tulis mahasiswa asal Pamekasan, Madura.

“Innalillahi wa innailayhi raaji’un.Turut berduka cita yang mendalam atas wafatnya Bpk Prof.Dr.H.Ma’shum, M.Ag
Warek 3 UIN Sunan Ampel Surabaya. Semoga almarhum diampuni khilafnya, diterima amal ibadahnya dan arwahnya ditempatkan yang terbaik disisi Allah SWT. Unuk segenap keluarga yang ditinggalkan kiranya diberi kesabaran, ketabahan, kekuatan dan keikhlasan, Aamiin,” tulis Halim, salah satu alumni Fakultas Ushuluddin, UINSA.

Guru Besar Filsafat Islam UINSA Wafat

Suyitno, yang pernah menjadi mahasiswa almarhum berkisah kebaikan Prof Ma’shum.

Ada cerita dikit tentang kecerdasan dan kebersahajaannya….kira-kira tahun 1996/7-an.. Saya pernah di ampu mata kuliah pemikiran modern dalam Islam, beliau mengajar penuh keihlasan dan kesabaran detail pemikiran filosofis dalam filsafat dan tokoh filsuf Islam dan para pembaharu. Pernahberi saya tugas. Iya Tugas membuat makalah…. Dan sewaktu saya kumpulkan ke beiau, makalah saya karena kutipannya dari buku silabi ada yang tidak saya sertakan foot nootnya….maka sederetan coretan dan di berikan catatan kecil di sampingnya sebagai tanda untuk direvisi,” cerita ASN Kemenag Tuban ini dalam beranda postingan facebooknya, Minggu malam.

Suyit-panggilan akrabnya melanjutkan ceritanya, “Saat setor makalah hasil revisian, makalah itu saya antar ke Tropodo rumah beliau, menaiki bus hijau mini arah spanjang…. Se- ingat saya; saya pakai celana jeans dengan lutut sobek (khas celana aktifis saat itu) dan pakai t-shirt berlogo DEATH berwarna hitam, tak lupa selempangkan day-bagku merk ALPINA yang berisi buku2 kuliah dan makalah tersebut. Sesampai di rumah kami mengetuk pintu dan berucap salam…. Di bukalah pintu rumah beliau oleh seseorang,,, bilangnya bapak masih di kebun….. Bersahaja sekali saat menemui kami (saya bersama suarif sesama jurusan aqidah filsafat). Dan makalah kamipun di baca bait demi bait hasil revisianku……dan alamdulillah banyak penjelasan-penjelasan rasional keilmuan yang di berikan kepada kami….. Melihat celana sobekku (yang kututupi tas daybag…beliau senyum2 saja….,” sambungnya.

Di akhir postingannya, Suyitno mengucapkan banyak terima kasih atas kebaikan almarhum.

Terima kasih dosenku. Itulah amal jariyah yang engkau torehkan kepada kami. Semoga ilmu kami manfaat amiin.
….. SEMOGA AMAL IBADAH PANJENENGAN DI TERIMA ALLAH SWT. DAN KEHILAFANNYA DIAMPUNI….KESAKSIANKU …ENGKAULAH DOSENKU YANG BAIK, MULIA DAN BERSAHAJA,” pungkasnya.

Dari ungkapan duka dan testimoni, salah satu anggota grup WA, Joe Sidik mengajak para anggota grup WA Ushuluddin agar menghadiahkan khotmil quran untuk almarhum Prof Ma’shum.

Sehari sebelumnya, terdengar kabar duka atas kepergian H M Akhyar-salah satu dosen yang dikenal akrab dengan mahasiswa.

Testimoni dan doa mengalir di grup-grup WhatsApp Ushuluddin dan UINSA untuk almarhum M Akhyar.

Hadi, Mata Jatim

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *