PPKM Darurat Diberlakukan, Covid-19 di Jawa Timur Kian Meledak

  • Bagikan
20 Kabupaten/Kota di Jawa Timur Zona Merah
Kasus COVID-19 Kian Melonjak, 20 Kabupaten/Kota di Jawa Timur Kini Zona Merah

matajatim.idSURABAYA– Sejak PPKM Darurat diberlakukan. Penderita covid di Jawa Timur kian melonjak. Per Selasa (6/7/2021) penderita covid mencapai 1.808 orang.

Jika ditotal selama 4 hari, sejak PPKM Darurat diberlakukan. Kasus covid mencapai 12.494 orang. Jumlah penderia covid itu tergolong drastis dalam beberapa hari terakhir.

Akibat melonjak aksus aktif tersebut, sejumlah kabupaten/kota di Jawa Timur menjadi zona merah yang sebelumnya menjadi zona kuning dan orange.

Dari infocovidjatim, ada sebanyak 20 kabupaten/kota di Jatim yang berstatus zona merah. Seminggu lalu, baru tiga daerah yang berstatus zona merah.

Daerah yang Berstatus Zona Merah:

Banyuwangi, Ngawi, lamongan, Sampang, Kota Probolinggo, Malang, Bangkalan, Kota Madiun, Pamekasan, Kota Mojokerto, Magetan, Ponorogo, Kota Malang, Sidoarjo, Kota Kediri, Situbondo, Nganjuk, Lumajang, Kota Batu dan Bondowoso.

Daerah Zona Orange:

Kota Pasuruan, Gresik, Sumenep, Kota Blitar, Madiun, Pacitan, Kediri, Probolinggo, Kota Surabaya, Tuban, Tulungagung, Blitar, Jember, Trenggalek, Pasuruan, Bojonegoro, Mojokerto, dan Jombang.

Juru Bicara Satgas COVID-19 Jatim, dr Makhyan Jibril, Selasa (6/7/2021), mengatakan, pekan lalu di Jatim hanya ada tiga daerah zona merah yakni Banyuwangi, Bondowoso dan Kota Madiun. Tiga daerah tersebut, saat ini masih berstatus zona merah COVID-19.

“Pekan ini, bertambah 17 kabupaten/kota. Jadi totalnya ada 20 kabupaten/kota berstatus zona merah,” katanya.

Sementara itu, kasus aktif yang masih dirawat hingga isolasi mandiri terdapat 12.494. Sedangkan untuk pasien yang meninggal akibat positif Covid-19, ada tambahan 122 pasien. Sedangkan total pasien meninggal tercatat 13.138 pasien.

Untuk menekan laju penyebaran COVID-19, Pemprov Jatim menerapkan PPKM Darurat di 38 kabupaten/kota mulai tanggal 3-10 Juli 2017. Sebanyak 27 daerah masuk penilaian level tiga dan 11 daerah lainnya menyandang status level empat.

“Saya berharap kepada masyarakat untuk mendukung dan bekerja sama penuh atas upaya pencegahan penyebaran COVID-19 di Jatim. Saya ingin menyampaikan bahwa ini bukan pembatasan semata, tapi ini penyelamatan dan perlindungan bagi masyarakat,” kata Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa.

Hadi, Mata Jatim

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *