Dialog Haul Bung Karno, Sadad: Kita Warisi Spiritnya, Bukan Abunya

  • Bagikan
Dialog Haul Bung Karno
Anwar Sadad saat jadi nara sumber Dialog Haul Bung Karno 2021 yang disiarkan langsung JTV, Minggu malam.

matajatim.idSURABAYA-Setiap tanggal 21 Juni, rakyat Indonesia memperingati Haul Bung Karno. Sang Proklamator Negara Indonesia yang wafat pada tanggal 21 Juni 1970.

Pemkot Blitar menggelar doa dan shalawat untuk memperingati Haul ke-51 Bung Karno sebagai Presiden Pertama RI, Ir Soekarno, Minggu (20/6/2021) malam dengan menerapkan Prokes Covid-19.

Di Surabaya juga menggelar dialog dalam memperingati Haul Bung Karno 2021.

Dialog itu menghadirkan para akademisi dan politisi Jawa Timur dengan mengambil tema: Menjaga Kepribadian Indonesia yang disiarkan langsung JTV, Minggu malam.

Dialog Haul Bung Karno

Hadir dalam event spesial itu di studio, Wakil Ketua DPRD Jatim, Anwar Sadad. Akademisi Untag 45 Surabaya, J Subekti.

Sedangkan Wali Kota Blitar, Santoso. Ketua DPRD Kota Surabaya, Adi Sutarwijono. Sejarawan Bengkulu, Agus Setiyanto hadir virtual.

Para nara sumber itu cukup lihai memberi penilaian atas sosok Bung Karno yang jasanya sulit dilupakan oleh anak bangsa.

Dialog Haul Bung Karno

Seperti disampaikan Anwar Sadad yang menyebut Bung Karno sebagai sosok konsolidator bagi tokoh-tokoh pendiri negara dan sejumlah elemen bangsa lainnya. Sehingga terwujud Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“Hanya tokoh yang memiliki kharisma kuat seperti Bung Karno mampu meredam semua perbedaan pemikiran dan gagasan dan menyatukan dalam bingkai Pancasila,” tutur Sadad menimpali pertanyaan dari moderator cantik, Emil Faizza.

Menurut Plt Ketua DPD Gerindra Jatim ini, menjelang Indonesia merdeka. Bangsa Indonesia mengalami masa yang paling krusial.

Sebab, katanya-pada masa itu, para tokoh bangsa dan pejuang yang berhasil mengusir imperialis lagi berkumpul. Para tokoh bangsa saat itu-berdebat keras dalam sidang-sidang BPUPKI maupun PPKI untuk membentuk negara baru bernama Indonesia.

Dialog Haul Bung Karno

“Dalam sidang-sidang itu banyak pikiran dan gagasan yang saling bertentangan. Bung Karno menunjukkan ketokohan dan kharismanya yang tinggi. Sehingga mampu mempersatukan perbedaan pikiran dan gagasan,” sambung salah satu keponakan alm Kiai Nawawi Sidogiri ini-merinci kepiawaian Bung Karno di depan para tokoh bangsa saat itu.

Dari dialektika para tokoh bangsa itu. Sadad mengakui kebesaran hati para pendiri negara. “Kebesaran hati para pendiri negara pada masa itu harus bisa ditauladani oleh para pemimpin di masa sekarang,” pesan Sadad.

Sadad yang juga mantan aktivis PMII Jatim ini, mengaku berhutang kepada Bung Karno dan tokoh-tokoh pendiri negara lainnya dalam merawat NKRI.

“Memaknai haul ke-51 Bung Karno sudah seharusnya bagi bangsa Indonesia untuk mewarisi semangatnya. Yaitu, spirit pergerakan yang harus diinternalisasi dalam keseharian kita. Seperti kata Bung Karno, kita harus warisi spiritnya, bukan abunya,” pungkas Sadad di akhir acara.

Fadhil, Mata Jatim

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *