Kasus BOP Pasuruan, Plt Kepala Kemenag Ditahan Hingga Sebut Elit Parpol Diduga Terlibat

  • Bagikan
Kasus BOP Pasuruan
ilustrasi

matajatim.id-PASURUAN-Kasus Bantuan Operasional Pendidikan (BOP) Kemenag di Kota Pasuruan tampaknya kian liar.

Setelah Plt Kepala Kemenag Pasuruan, inisial MF jadi tersangka dan ditahan atas dugaan korupsi BOP untuk Pondok Pesantren (Ponpes) dan Madrasah Diniyah (Madin), Jumat (18/6/2021) siang.

Sebelumnya sudah bergulir nama elit Parpol yang diduga ikut terlibat kasus BOP Ponpes dan Madin di Kota Pasuruan.

Kepala Kejaksaan (Kajari) Kota Pasuruan Maryadi Idam Khalid SH hanya tersenyum ditanya soal nama elit Parpol yang masuk dugaan terlibat kasus BOP di Pasuruan.

Kendati demikian, Maryadi mengakui jika ada dari salah satu anggota komisi III (komisi hukum) DPR RI yang akan menghubungi dirinya.

”Saya perlu sampaikan juga bahwa memang ada dari salah satu anggota Komisi III DPR RI yang berjanji akan menghubungi saya, namun saya sudah koordinasi dengan kejaksaan tinggi Jawa Timur dan pada prinsipnya kejaksaan tinggi tersebut siap mendukung langsung saya,” ucap Maryadi saat menemui sejumlah tokoh masyarakat kota Pasuruan yang menemuinya di kantor Kejari, Kamis.

Kedatangan tokoh masyarakat Pasuruan ke Kajari Maryadi untuk memberi dukungan dalam membongkar kasus BOP Ponpes dan Madin yang menyita banyak perhatian masyarakat Kota Pasuruan.

Kedatangan para tokoh masyarakat itu disambut Kasi Pidsus, Soemarno SH dan Kasi Intel, Wahyu Susanto, SH.

Dari pertemuan itu terungkap fakta, ada upaya anggota DPR RI dari komisi III untuk menemui Kajari Maryadi sejak kasus BOP Ponpes dan Madin bergulir.

”Siapapun yang terlibat pasti saya kejar sampai kemanapun,” sambung Maryadi, seperti dikutip kempalan.

Kasus BOP Ponpes dan Madin di Kota Pasuruan semakin menarik karena beberapa tokoh yang menghadap kajari juga mendapatkan informasi adanya beberapa oknum partai besar yang diduga terlibat kasus tersebut.

Salah satu tokoh masyarakat yang akrab disapa Ali Kacong mendesak Maryasi ihwal kebenaran informasi.

”Prinsipnya, kami para tokoh masyarakat memberikan dukungan moral kepada pihak kejaksaan negeri kota Pasuruan untuk membongkar kasus ini sampai ke akar-akarnya walaupun itu nantinya akan menyeret para oknum elit partai politik tertentu,” tegas Ali Kacong. (roslinormansyah)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *