Duh!!! Guru Ngaji Tahfidz di Sidoarjo Sodomi Santrinya Sejak 5 Tahun

  • Bagikan
Guru Ngaji Tahfidz di Sidoarjo Sodomi Santrinya
Kapolresta Sidoarjo Kombes Pol Sumardji saat jumpa pers di halaman Mapolresta Sidoarjo, Jumat (11/6/2021). (matajatim.redho)

matajatim.idSIDOARJO-Aksi bejat seorang guru ngaji tahfidz (penghafal al-qur’an) di Sidoarjo akhirnya terbongkar Sat Reskrim Polresta Sidoarjo.

Guru ngaji berinisial AH (31) ini ternyata telah melakukan aksi bejatnya sejak 5 tahun lalu kepada 25 santri penghafal al-qur’an yang masih di bawah umur.

“Pelaku telah menyodomi 25 santrinya mulai 2016,” ujar Kapolresta Sidoarjo Kombes Sumardji kepada wartawan, Jumat (11/6/2021) dalam rilis.

Kapolres Sumardji mengatakan, aksi bejat guru ngaji dilakukan di rumah tahfidz di Kota Sidoarjo yang dikelola kepada para santri ngaji yang berusia 5-14 tahun.

Akibat perbuatan pelaku, ada sebagian dubur korban yang rusak.

“Kronologi kejadian pencabulan guru ngaji di Sidoarjo terjadi pada 18 Mei 2021 lalu di tempat para santri belajar al-qur’an,” tambahnya.

Dikatakan, para santri berumur 5-14 tahun menginap di rumah hadiz karena tergolong anak yatim.

Namun, para anak yatim itu malah diajak berbuat yang tidak sepatutnya dilakukan seorang Ustadz.

Aksi sodomi  terbongkar pada Selasa (18/5/2021) setelah salah satu korban melapor ke salah satu donatur kemudian diteruskan ke Polres Sidoarjo.

“Tersangka akan dijerat pasal 82 UU nomor 35 tahun 2014 dengan ancaman 15 tahun,” Sumardji.

“Ustadz AH juga mengancam para santrinya yang sudah disodomi, supaya tidak melaporkan dan bercerita kepada siapapun atas apa yang telah dilakukannya,” tandas Sumardji.

Sebelum mengakhiri konferensi persnya, Kapolresta Sidoarjo Kombes Pol Sumardji mengatakan bahwa para santri yang menjadi korban kebejatan ustadz nya menjalani perawatan di RS Pusdik Bhayangkara.

Korban yang lain, dipindah ke salah satu rumah donatur.

Dari hasil penangkapan, ada beberapa barang bukti yang disita, antara lain : 1 potong kaos lengan pendek warna hitam, 1 sarung motif kotak-kotak berwarna, 1 celana pendek warna biru, 1 stell busana muslim laki-laki warna biru, 4 buah buku tabungan (Bank Jatim Syariah, BRI Britama, BNI Syariah, BNI Syariah nama berbeda) yang dipergunakan untuk menampung dana sumbangan dari para donatur, 1 kartu ATM Bank Jatim Syariah, 1 buah KTP.

Atas perbuatannya, pelaku disangka melakukan perbuatan cabul terhadap anak dibawah umur, seperti yang tercantum dalam Pasal 82 UURI No. 35 tahun 2014 tentang perubahan atas UURI No. 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak, dengan ancaman hukuman penjara paling lama 15 tahun dan denda paling banyak Rp300 juta.

Redho, Mata Jatim

banner 336x280
  • Bagikan

Respon (1)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *