Varian Baru Virus Corona dari Inggris Menyebar di Bangkalan

  • Bagikan
Varian Baru Virus Corona dari Inggris Menyebar di Bangkalan
Ilustrasi virus corona (CNBC Indonesia)

matajatim.idSURABAYA-Sebanyak 25 dari 30 pasien Virus Corona (Covid-19) dari Madura yang dirujuk ke Rumah Sakit Lapangan Indrapura (RSLI) Surabaya, Jawa Timur, diduga mengidap jenis varian baru.

Hal itu diungkapkan oleh Ketua Pelaksana Program Pendampingan Keluarga Pasien Covid-19 RSLI, Radian Jadid. Dugaan muncul lantaran penularan yang begitu cepat dan angka kematian yang tinggi di Bangkalan.

“Secara umum, melihat cepatnya penularan, angka kematian yang tinggi, kondisi mereka patut diduga terinfeksi varian baru,” ucapnya saat dikonfirmasi CNNIndonesia.com, Selasa (8/6).

Institute of Tropical Disease (ITD) Universitas Airlangga (Unair) menemukan mutasi Corona varian alpha (Varian B117 Inggris) dari sampel tes yang ditelitinya.

Virus ini disebut dari pasien asal BangkalanMadura.

Pakar Imunologi Universitas Airlangga (Unair) Dr dr Agung Dwi Wahyu Widodo mengatakan penemuan varian alpha diungkapkan Direktur ITD Unair Prof Maria Inge Lusia.

“Jadi Unair punya ITD, di mana ITD berperan dalam diagnosis infeksi. Salah satu yang dilakukan genomic sequencing, untuk mendeteksi gen COVID-19. Virus dilakukan sequencing apakah ini virus baru apa lama,” kata dr Agung saat dihubungi detik, Selasa (8/6/2021).

“Jadi salah satu yang bisa kita dapatkan hasilnya, ada salah satu pasien yang dirawat yang berasal dari Bangkalan yang swabnya menunjukkan dia terinfeksi varian B117 UK atau oleh WHO sekarang disebut varian alpha,” tambahnya.

Pria yang juga menjadi Dewan Pakar Satgas COVID-19 Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Jawa Timur ini menambahkan virus ini terkenal cukup ganas. Agung menyebut di Inggris, penularan virus ini bisa meningkat 40% hingga 90%.

“Ini menunjukkan jika suatu daerah teridentifikasi varian ini, menurut WHO maka kita harus bersiap-siap mendapatkan kasus yang cepat. Varian Alpha ini di Inggris saja dia mampu meningkatkan penularan 40% sampai 90% dalam waktu yang cepat, di Amerika doubling timenya dalam 10 hari. Kasus 100 menjadi 200 dalam waktu 10 hari,” paparnya.

Untuk itu, dia menyarankan agar dilakukan persiapan fasilitas isolasi hingga perawatan di rumah sakit. Karena, penyebaran virus ini cukup cepat.

“Kecepatan menyebarnya cukup cepat, dibutuhkan sarana merawat pasien ini lebih banyak. Saya juga dapat laporan, seringkali pasien yang terpapar virus ini, kurang dari 2 hari sudah meninggal. Cepat sekali. Selanjutnya progresivitas penyakitnya lebih berat lagi,” ungkapnya.

Di kesempatan yang sama, dr Agung mengingatkan masyarakat agar lebih meningkatkan kewaspadaan. Salah satunya dengan mematuhi protokol kesehatan.

“Virus ini bukan virus yang kemarin, ini virus baru yang bahasa awam dibilang ganas dan menyebabkan kondisi berat dan tidak menutup diri menyebabkan reinfeksi pada pasien yang pernah terkena COVID-19,” pesannya.

Sebelumnya, varian B117 sudah ditemukan sebanyak 5 varian di DKI Jakarta. 2 varian di Jawa Barat dan Sumatera Utara, Bali, Kalimantan Selatan, dan Kalimantan Utara.

Hal itu disampaikan oleh Koordinator Tim Pakar dan Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19, Wiku Adisasmito pada pada konferensi pers daring bertajuk, “Perkembangan Penanganan Covid-19 di Indonesia” Selasa (18/5/2021) .

sumber: cnn/detik

banner 336x280
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *