Kisah Kiai di Bangkalan Divonis 13 Tahun Setelah Perkosa Santrinya

  • Bagikan
Kiai di Bangkalan Perkosa Santrinya
Sidang di PN Bangkalan Senin (24/5/2021) yang memvonis 13 kiai pemerkosa santrinya. (foto:matamadura)

matajatim.id-BANGKALAN-Kasus pemerkosaan santri yang melibatkan oknum kiai di Bangkalan akhirnya divonis 13 tahun oleh Majelis Hakim di Pengadilan Negeri (PN) Bangkalan, Senin (24/5/2021).

Hakim Pengadilan Negeri (PN) Bangkalan membacakan vonis secara virtual terhadap Kiai Muhattam (49) yang juga pengasuh Pondok Pesantren (Ponpes) di Blega, Bangkalan karena terbukti memperkosa santrinya.

Putusan hakim tersebut lebih tinggi dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU), yakni hukuman 12 tahun penjara.

Ketua Majelis Hakim sekaligus Ketua Pengadilan Negeri (PN) Bangkalan, Maskur Hidayat menyampaikan putusan tersebut diberikan sesuai hasil musyawarah majelis hakim, berdasarkan fakta yang terungkap dalam persidangan.

“Pertimbangannya, perbuatan terdakwa dilakukan lebih dari satu kali. Pertama saat korban masih anak-anak dan setelah korban dewasa,” kata Maskur saat diwawancara wartawan.

Kata Maskur dirinya dalam memvonis tidak berbicara antara berat atau ringan, tapi ini adalah kewajiban hakim dalam memberikan putusan yang adil.

Untuk merespons hasil putusan tersebut, majlis hakim memberikan waktu berpikir kepada terdakwa maupun JPU untuk upaya hukum selanjutnya.

“Kami berikan waktu 7 hari, silahkan tentukan pilihan terbaiknya. Apakah mau menerima atau mau mengajukan upaya hukum lainnya,” terangnya.

Sementara itu, Syamsuddin dari pihak keluarga terdakwa mengaku kecewa terhadap hasil putusan majelis hakim yang melampaui batas tuntutan JPU.

“Analisanya, kejadian pertama secara hukum pasal 285 tentang pemerkosaan dan pasal 76 perlindungan anak sudah dimentahkan oleh data dari dapodik, bahwa saksi belum masuk di pendidikan Khawaitul Umam. Sedangkan pada kejadian kedua, sudah cacat hukum per Maret 2019 terkait upaya pemerkosaan yang didakwakan, karena tidak masuk dalam pasal 76,” ungkapnya.

 

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *