Curi Motor Pasien Covid19 Digebuk Massa

  • Bagikan
Curi Motor Pasien Covid19
AH kondisinya masih belum stabil setelah seminggu dirawat pasca digebuk massa karena ketangkap saat ikut mencuri sepeda motor milik pasien covid-19. (matajatim.redho)

matajatim.idSURABAYA-AH (29) warga asal Rusun Sumbo Blok G, Surabaya dan AG (24) asal Jalan Sido Kapasan Gg 5, Surabaya bonyok setelah digebuk massa saat kepergok mencuri sepeda motor milik pasien covid-19 di Jalan Kranggan Gg 6, Surabaya.

Kanit Reskrim Polsek Bubutan, AKP Oloan Mannulang mengatakan, pelaku beraksi pada hari Rabu 12 Mei 2021 lalu sekitar pukul 04.00 WIB di Jalan Kranggan Gg 6 Surabaya.

“Kedua pelaku ternyata spesialis pencuri motor parkiran Indomart hingga parkiran Mall yang tersebar di Surabaya. Sekarang mereka nekat mencuri motor milik pasien Covid-19,” terangnya kepada Mata Jatim, Sabtu (22/5/2021).

Katanya, saa beraksi, mereka mengambil sepeda motor yang sedang diparkir di depan jalan, pertokoan, atau Mall dengan merusak kunci sepeda motor menggunakan kunci T. Lalu dibawa oleh pelaku. Setelah berhasil membawa sepeda, kedua tersangka melarikan diri.

“Aksi tarakhir keduanya, pada Rabu, 12 Mei 2021, melakukan pencurian di halaman depan Rumah Jalan Kranggan Gg 6 Surabaya dengan maksud akan merusak lubang kunci dengan kunci model T,” bebernya.

Ketika itu, mereka kepergok pemilik. Sontak saja pemilik berteriak maling.

Mendengar teriakan tersebut, warga langsung mengejar pelaku,dan berhasil diamankan.

Setelah pelaku diamankan lanjut dibawa ke Mako Polsek bubutan Surabaya guna penyidikan dan penyelidikan lebih lanjut

Nyawa keduanya masih terselamatkan setelah anggota Reskrim Polsek Bubutan Surabaya sigap terjun langsung mengamankan keduanya kelokasi kejadian.

Lebih seminggu AH dirawat karena wajahnya hancur dan pendengarannya kurang bagus akibat amukan massa. “Kepala sering sakit dan telinga juga keluar darah,” tambah dia.

AH mengaku baru sekali ini ikut dan mau ketika diajak kerja (istilah pelaku ketika akan mencuri motor). AH sengaja ikut mencuri karena butuh uang untuk lebaran.

Kata AH, lebih sebulan dirinya dikeluarkan dari pekerjaannya di pasar Kapasan Surabaya.

“Saya dipecat, karena sebulan tidak masuk kerja, itupun karena saya sakit,” jelas AH, Sabtu (22/5/2021).

AH bercerita, sebelum dipecat dirinya dapat gaji 3 juta setiap bulannya.

Redho, Mata Jatim

banner 336x280
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *